Rabu, 24 Oktober 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

CJH Termuda di Kabupaten Tuban Usia 18 Tahun

Madina Didaftarkan Haji Sejak Kelas 5 SD

Editor: samian
Minggu, 22 Juli 2018
Ali Imron
TERMUDA : Madina (berkacamata) didampingi ayahnya, Munif saat Bimtek Manasik Haji di Lapangan Graha Sandya Tuban.

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban - Madina Hafatir Roiha, tak bisa menutupi kebahagiaan dari wajahnya, saat ditetapkan menjadi Calon Jemaah Haji (CJH) termuda di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, dari 1.010 jemaah. Dara berusia 18 tahun tersebut, telah didaftarkan haji oleh orang tuanya sejak duduk di kelas 5 Sekolah Dasar (SD).

“Saya bersyukur dan gembira karena diberi kesempatan oleh Allah naik haji,” ujar Madina, saat ditemui suarabanyuurip.com, disela bimbingan dan praktek manasik haji oleh Kemenag Tuban waktu lalu, Minggu (22/7/2018).

Madina begitu biasa disapa, tak bisa berucap banyak karena tahun ini berangkat menunaikan rukun Islam terakhir (ke 5). Dengan didampingi ayahnya bernama, H. Munif, perempuan asal Desa Sendang, Kecamatan Senori atau sekitar Lapangan Migas Tapen ini yakin perjalannya ke Tanah Suci lancar. Begitupula kembali di Tanah Air Indonesia.

Pelajar yang baru lulus SMA ini, belum memikirkan jodohnya. Dia masih memiliki cita-cita untuk melanjutkan studi di Universitas Al-Azhar Kairo. Alasan Al-Azhar menjadi tujuannya belajar, karena disana menjadi salah satu pusat utama pendidikan sastra Arab. Sekaligus pengkajian Islam Sunni di dunia, dan merupakan kampus pemberi gelar tertua kedua di dunia.

Ayah Madina, H. Munif (56), mengaku, bersyukur kalau putri pertamanya bisa menunaikan ibadah haji di usianya ke-18. Sebenarnya tahun 2016 kemarin sudah mendapat panggilan, karena regulasi membolehkan berangkat haji umur 18 sehingga mundur setahun.

“Kenapa saya memberikan nama Madina karena saya ingin dia berangkat ke haji dengan mengunjungi Kota Madinah,” sergahnya sambil tersenyum.

Pria yang berangkat haji kedua kalinya ini, bersyukur karena diberi kelimpahan rejeki sehingga bisa berangkat haji. Istrinya bernama Hajjah Nur Rohmah juga sudah berangkat haji dua kali, pada tahun 2001 dan 2016. Sementara Munif berangkat haji pertama pada tahun 1997 silam.

“Anak kedua saya bernama Makkah juga sudah saya daftarkan dan sekarang baru usia 9 tahun di bangku SMP,” jelas guru di MI Miftahul Falah Sendang, Senori ini.

Nama Madina memang tercatat sebagai CJH termuda di Bumi Wali, sebutan lain Tuban.

Kepala Kemenag Tuban, Sahid, membenarkan jika CJH termuda usia 18 tahun, sedangkan tertua usia 80 tahun asal Kecamatan Soko atau sekitar Lapangan Migas Mudi, Blok Tuban.

“Tahun ini ada 1.010 CJH Tuban yang berangkat ke Tanah Suci,” terangnya.

Seribuan CJH tersebut terbagi dalam Kelompok Terbang (Kloter) 42 dengan 445 CJH, kloter 43 diisi 455 CJH. Sisanya sebanyak 123 CJH masuk Kloter 44, dan bergaung dengan CJH asal Pacitan, Bojonegoro, dan Kota Surabaya.

Sesuai jadwal, ketiga Kloter akan masuk asrama Surabaya pada 31 Juli 2018. Berangkat dari Surabaya tanggal 1 Agustus, dan tiba di tanah Suci tanggal 2 dan 3 Agustus 2018. Sedangkan kepulangannya jemaah dijadwalkan berangkat tanggal 10 September dan tiba di Indonesia tanggal 11 September 2018.(Aim)

 

 

 

 

Dibaca : 24063x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan