Mantan Naker Blok Cepu Buka Peluang Kerja Produksi Minyak Kayu Putih

Jum'at, 11 Oktober 2019, Dibaca : 735 x Editor : samian

Samian Sasongko
PRODUKSI MINYAK PUTIH : Sejumlah tenaga kerja tengah mempersiapkan daun kayu putih untuk dilakukan penyulingan.


SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko 

Bojonegoro - Membuka peluang kerja tidak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu proses yang cukup panjang dan melelahkan untuk mencapai target yang di inginkan. Seperti dilakukan Sukoco, warga Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Mantan tenaga kerja (Naker) proyek Lapangan Minyak dan Gas Bumi (Migas) Banyu Urip, Blok Cepu, tersebut saat ini telah menggeluti usaha barunya memproduksi minyak kayu putih yang terletak di Desa Jelu, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro.

Baca Lainnya :

    Sukoco mengatakan, untuk bisa menjalankan produksi minyak kayu putih tidaklah mudah. Tidak hanya sekadar mengeluarkan modal yang banyak saja. Namun juga butuh belajar pengalaman dari ahlinya tentang tata cara penyulingan atau produksi. Dan itu butuh waktu lama tidak hanya satu atau dua bulan saja tapi bisa beberapa tahun. Karena segala aspek harus benar-benar dikuasai, baik kualitas daun kayu putih sebelum disuling, kadar tanah, safety dan lain sebagainya.

    Selama dua tahun lebih Sukoco belajar untuk bisa menyuling minyak kayu putih, dan itu dilakukan tidak hanya di wilayah Bojonegoro saja tapi hinga merantau ke Kalimantan. Meski prosesnya tidak semudah membalikkan telapak tangan, namun Paman Sam begitu Sukoco disapa tidak patah arang.

    Baca Lainnya :

      Hingga akhirnya saat ini mampu memproses sendiri yang ditempatkan di Desa Jelu. Dimana wilayah desa tersebut menjadi jalur pipa pengalir minyak Banyu Urip baik menuju lokasi Migas Kedung Keris maupun menuju ke Palang, Tuban, kemudian ke kapal Floating Storage Offloading (FSO) Gagak Rimang di lepas pantai Tuban, Jawa Timur.

      "Selama tiga bulan lebih menyiapkan tempat penyulingannya, dan dana yang saya keluarkanpun juga tidak sedikit. Alhamdulillah sudah seminggu ini produksi minyak kayu putih berjalan," kata Sukoco, saat ditemui Suarabanyuurip.com dilokasi penyulingan minyak kayu putih, Jumat (11/10/2019).

      Dalam membuka usaha tersebut, lanjut Sukoco, bekerjasama antara Perhutani dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sumur Agung. 

      Kerjasama ini memang perlu dilakukan selain untuk bisa mendapatkan bahan daun minyak putih juga membuka peluang kerja LMDH dan warga masyarakat setempat.

      "Pengelolanya LMDH Sumur Agung dan yang menyiapkan bahannya adalah Perhutani," tandas pria yang juga sebagai wakil ketua LMDH Sumur Agung.

      Untuk proses produksi, sementara sehari dapat menyuling 7 ton daun kayu putih. Dengan menghasilkan produksi 63 kilo gram (Kg) minyak kayu putih. Kemudian proses penjualannya dari hasil produksi kayu putih tersebut disetorkan ke pihak Perhutani.

      Sedengkan untuk jumlah tenaga kerjanya sebanyak 25 orang. Rinciannya 10 orang tenaga produksi yang bekerja siang dan malam. Kemudian 15 orangnya lagi pilah limbah.

      "Tenaga kerja 100 persen warga lokal, yaitu warga Desa Jelu. Untuk hasil belum bisa dihitung tarafnya kan baru mulai produksi," ucapnya.

      Pria humanis ini menambahkan, multiplier effect dari produksi minyak kayu putih ini cukup banyak di masyarakat. Selain bisa menambah pengalaman juga membuka peluang kerja warga untuk menambah pendapatan keluarga diluar hasil pertanian.

      "Semoga kedepan berjalan lancar, menuai hasil sesuai harapan, dan migunani bagi masyarakat Jelu khususnya, dan masyarakat sekitar pada umumnya. Maaf meski kami tidak bisa memproduksi minyak Banyu Urip, tapi setidaknya bisa memproduksi minyak kayu putih," imbuh Sukoco dengan nanda bercanda.

      Terpisah Kepala Desa (Kades) Jelu, Guntur, sangat mendukung apa yang dilakukan LMDH Sumur Agung dalam beraktivitas memproduksi minyak kayu putih yang bekerjasama dengan Perhutani Bojonegoro. Karena keberadaan usaha tersebut bisa membuka peluang kerja. Sehingga dapat membantu untuk meningkatkan perekonomian warga Jelu. 

      "Tentu saya mendukung, karena sangat bermanfaat bagi warga kami, yaitu mendapatkan tambahan pemasukan untuk kebutuhan keluarga sehari hari selain hasil dari sektor pertanian," sambung Kades Guntur.(sam) 


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more