Rabu, 19 September 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Masa Dulu dan Akan Datang Desa Ngloram

Editor: samian
Rabu, 05 September 2018
Ahmad Sampurno
Djati Walujastono.

SuaraBanyuurip.com

Oleh : Djati Walujastono

Secara kebetulan atau tidak bahwa Desa Ngloram ternyata punya situs bersejarah masa klasik, dan juga masa akan datang yaitu rencana akan dibangun Bandara Udara Umum yang dulunya sebagai Bandara Khusus terletak di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Sehingga nantinya Desa Ngloram akan berkembang lebih dulu dibanding desa-desa lainnya. Seperti masa lampau yang mempunyai sejarah tersendiri dibanding sejarah desa-desa lain di Kabupaten Blora.

Cepu memiliki data arkeologis, toponim, dan geografis kuat untuk melokasikannya di tepian Bengawan Solo di Desa Ngloram.

Di desa ini terdapat situs oleh penduduk setempat disebut sebagai Punden Nglinggo dan Punden Ngloram. Sebuah prasasti menyebutkan bahwa situs ini disebut juga Situs Wura-wari berkaitan dengan Haji Wura-wari. Beliau adalah penguasa bawahan yang pada tahun 1017 Masehi menyerang kerajaan Mataram Hindu (semasa Raja Darmawangsa Tguh). Haji Wura-Wari yang berasal dari daerah Indochina atau Sumatera sebagai koalisi Sriwijaya.

Masa sebelumya dimana Bandara Ngloram sebagai bandara khusus artinya bandara yang hanya digunakan untuk melayani kepentingan sendiri untuk menunjang kegiatan pokoknya. Dalam hal ini digunakan untuk transportasi dosen yang mengajar di Akamigas dan keperluan Pertamina EP Asset IV Field Cepu. Dimana sisi udaranya dengan runway 900 m x 30 m dengan pesawat DHC-6 Twin Otter (buatan Kanada).

Masa sekarang ini kegiatan di Desa Ngloram adalah proses pemagaran Bandara Ngloram  dengan tanah existing seluas 215, 346 m2 atau 21, 535 hektare (Ha) yang dikerjakan oleh kontraktor PT Karya Handayani Sentosa dari Jepara. Dan juga Masterplan Bandara Ngloram dimana laporan pendahuluan dan laporan sudah selesai musti dilakukan. Pada pertengahan Setember 2018 laporan akhir Masterplan akan selesai dikerjakan oleh konsultan dari Jakarta Selatan.

Masa yang akan datang bagaimana Ngloram beritanya sudah sering kali kita lihat di media massa, adalah pekerjaan Amdal, DED, dan overlay runway exixting Bandara Ngloram. Disamping itu juga akan dibangun Bandara Udara Umum dimana sisi udaranya adalah perencanaan tahap I dengan runway 1650 m x 30 m dengan pesawat Turbo Propeler ATR72-600 (buatan Perancis-Itali), kemudian tahap II dengan runway 1850 m x 45 m dengan pesawat Turbo Fan Embraer 195 (buatan Brasil). Selanjutnya tahap III, dengan runway 2500 m x 45 m dengan peswat Turbo Fan B737-NG (buatan Amerika Serikat).

Setelah Bandara Ngloram berdiri yaitu Desa Ngloram dan sekitarnya direncanakan sebagai kawasan industri kedirgantaraan atau Aerospace Park dan sebagai Aerotropolis sebagai kawasan perkotaan mandiri yang memiliki fungsi kawasan perekonomian yang memiliki keterkaitan fungsional dengan terhubung dalam sistem jaringan prasarana wilayah terintegrasi dan terpusat (Airpor City) serta merupakan sebuah pengembangan dari Bandara Ngloram.

Selain masalah pembangunan Bandara Udara maka di Desa Ngloram nanti tepatnya diatas runway direncanakan pada bulan depan yaitu 19-25 Oktober 2018 dipakai Porprov Jateng XV 2018 Cabor Aeromodelling. Kalau di Asian Games 2018 ada dua venue yaitu Jakarta dan Palembang dan diikuti 45 Negara Asia, maka Porpov Jateng XV 2018 ada empat venue yaitu Semarang, Surakarta, Magelang dan Cepu diikuti 35 Kabupaten/Kota seluruh Jawa Tengah.

Dimana nanti di Desa Ngloram akan dipertandingkan cabang olah raga (Cabor) Aeromodelling, sebanyak tiga kelas, yaitu kelas F1 (Free Flight), kelas F2 (Control Line), dan kelas F3 (Radio Control). Khusus Free Flight akan dipertandingkan F1A  (Glider A2), F1H (Glider A1), dan Chuck Glider/OHLG (On Hand Lauched Glider.

Sedangkan kelas Control Line akan dipertandingkan F2A (CL Team Race), F2C (CL Speed), dan F2D (CL Combat). Untuk kelas Radio Control akan dipertandingkan F3A (RC Aerobatic), F3C (RC Helicopter), F3R (RC Pylon Racing), F3J (RC Thermal Duration Glider) ), yang mana Runway akan di overlay/Hotmix 100 m x 6 m tebal minimum 3 Cm untuk take off dan landing pesawat aerobatic dan pesawat pylon racing.

Pesawat udara dibagi menjadi dua jenis, yaitu pesawat udara Aerodinamis dan pesawat udara Aerostatis. Pesawat udara Aerodinamis terdiri dari dua kelompok yaitu pesawat bermotor dan tidak bermotor. Yang bermotor terdiri dari bersayap tetap (Fixed Wing) dan sayap putar (Rotary Wing). Kemudian yang tidak bermotor terdiri dari pesawat luncur (Glider), pesawat layang (Sail Plane) dan layang-layang.

Pesawat udara Aerostatis terdiri dari kapal udara dan balon udara. Sedangkan pesawat model dibagi menjadi pesawat model bermotor dan pesawat model tidak bermotor. Untuk pesawat model kompetisi/prestasi klasifikasinya memiliki standard FAI (Federation Aeronatique Internationale) yang berkedudukan di Paris, Perancis.

Di pakainya Lapter Ngloram untuk Porprov Jateng XV 2018 cabor Aeromodelling, maka Lapter Bandara Ngloram akan dikenal terutama dari Kabupaten/Kota se Jawa Tengah. Dimana Bupati Blora, Djoko Nugroho telah mendukung penuh Lapter Ngloram Cepu sebagai venue atau tuan rumah cabang olah raga Aeromodelling.

Harapan beliau nantinya kalau sukses sebagai tuan rumah Porprov Jateng XV 2018, maka Blora juga siap untuk Kejurnas Aeromodelling. Sehingga lapter Ngloram nantinya akan dikenal di seluruh Indonesia sebagai venue kejurnas Aeromodelling sebelum menjadi bandara Ngloram dibangun sebagai bandara Domestik pengumpan.

Penulis adalah Djati Walujastono, Ketua Dewan Riset Daerah (DRD) Kabupaten Blora, Anggota Tim Reaktivasi Percepatan Bandara Ngloram serta Dosen Teknik Mesin STTR Cepu.

Dibaca : 714x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan