Sabtu, 24 Februari 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Pasca Pengerusakan Masjid dan Perbaikan Patung Kongco

Masyarakat Tuban Jangan Termakan Isu SARA

Editor: nugroho
Selasa, 13 Februari 2018
12
Ali Imron
BERSERAKAN: Tujuh buah kaca masjid dipecah oleh pelaku.
SuaraBanyuurip.com
Patung Kong Co

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Jawa Timur, meminta masyarakat tidak termakan isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan(SARA) pasca pengerusakan Masjid Baiturrohim di Kelurahan Kingking, Kecamatan Tuban, Selasa (13/2/2018) dini hari, dan kasus perbaikan patung Dewa Kongco Kwan Sing Tee Koen yang berada di halaman belakang Klenteng Kwan Sing Bio. 

Pemkab bersama Ormas kepemudan (GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dan Ormas Keagaman telah mengambil langkah dan sikap dengan cepat, agar peristiwa tersebut tidak membuat resah di tengah masyarakat.

“Perbaikan Patung Kongco sudah dihentikan. Pengurus klenteng sudah mentaati,” ujar Kabag Humas dan Protokol Setda Tuban, Rohman Ubaid, kepada suarabanyuurip.com, Selasa (13/2/2018).

Begitu juga dengan peristiwa Masjid Baiturrohim, Kelurahan Kingking. Dari keterangan sementara pihak aparat kepolisian Polres Tuban, pelaku Ahmad Falih (40), warga Desa Karangharjo, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, saat ini sudah dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bhayangkara Polda Jatim.

Upaya tersebut untuk memastikan kesehatan pelaku, apakah mengidap gangguan jiwa atau hanya depresi. Informasi sementara yang digali aparat, pelaku ada masalah keluarga dan istrinya kerap sakit-sakitan. 

Dua peristiwa tersebut sudah selesai dan ditangani petugas. Pemkab menghimbau masyarakat tidak terprovokasi dengan isu yang belum pasti kebenarannya.

“Berita dari masyarakat melalui jejaring sosial sepotong-potong,” imbuh mantan Camat Jenu itu.

Senada disampikan Forum Kerukunan Umat beragama (FKUB) Kabupaten Tuban. Kalau pengrusakan Masjid dilakukan oleh oknum yang diduga depresi, bukan oleh kelompok tententu seperti yang tersebar di tengah masyarakat.

Dari Keterangan Takmir Masjid Baiturrohim, menyebut bukan karena lokasi bersebelahan dengan Gereja terus ada pengerusakan. Yang pasti selama ini dan sampai hari ini, antara pengurus Masjid dan Pengurus Gereja melakukan ibadah seperti biasa di tempat masing-masing, dan tetap harmonis.

“Yang merusak itu oknum yang diduga karena depresi,” sergah Ketua FKBU Tuban, Masduki, saat ditemui di kantor BAZNAS Tuban.

Di tempat terpisah, Ketua PC GP Ansor Tuban, Syafiq Syauqi, Ketua Pemuda Muhamdiyah, Edi Utomo, juga Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia, Nasirul Umam, menghimbau masyarakat Bumi Wali - sebutan lain Kabupaten Tuban - untuk tenang dan tidak termakan isu SARA. Tiga Ormas kepemudaan ini juga meminta masyarakat untuk meyerahkan sepenuhnya peristiwa tersebut pada pihak yang terkait, baik aparat kepolisian ataupun Pemkab Tuban.

“Kabupaten Tuban tetap aman. Masyarakat tidak usah resah apalagi termakan isu yang menyesatkan,” pungkas Syafiq Syauqi yang merupakan menantu Bupati Tuban. (aim)

Dibaca : 528x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan