Senin, 25 September 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Proyek Blok Cepu Tak Sesuai Target

MCL Diminta Kaji Ulang Alasan Hambatan

Editor: nugraha
Rabu, 23 Oktober 2013
SuaraBanyuurip.com
Syukur Priyanto

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Tudingan keterlambatan proyek Banyuurip, Blok Cepu karena adanya Peraturan Daerah (Perda)  No.23/2011 tentang Konten Lokal yang dialamatkan Mobil Cepu Limited (MCL) kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur memantik reaksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.

Lembaga dewan yang salah satu memiliki fungsi legalizing itu menilai terhambatnya proyek Banyuurip Blok Cepu saat ini bukan dikarenakan Perda Konten Lokal. Melainkan persiapan dan rencana pelaksanaan dari MCL dan masing-masing kontraktor pelaksana engineering, procuremen and constructions (EPC) Banyuurip yang kurang matang.

"Juga faktor alam. Dimana beberapa bulan kemarin hujan turun terus menerus," kata Wakil Ketua DPRD Bojonegoro, Sykur Priyanto kepada suarabanyuurip.com, Rabu (23/10/2013).

Dia menegaskan, bahwa Perda Konten Lokal itu dibuat untuk melindungi hak-hak masyarakat Bojonegoro dengan tetap memperhatikan aspek-aspek penting dalam pengerjaan proyek negara tersebut. Sehingga warga Bojonegoro tidak menjadi penonton didaerah sendiri dan ikut bagian dalam proyek Banyuurip.

"Seharusnya semua pihak sadar, dari awal proses pelaksanaan proyek sudah terhambat," tegas politisi Partai Demokrat ini.

Karena itu, Syukur meminta kepada MCL untuk mengkaji kembali keterlambatan proyek Blok Cepu karena Perda Konten Lokal yang disampaikan kepada SKK Migas. Sebab dia menduga ada alasan lain yang lebih mendasar yang tidak disampaikan operator kepakada SKK Migas.

"Jangan jadikan demo atau tuntutan masyarakat sampai melakukan penghadangan sebagai alasan menghambat juga. Itu hanya riak-riak kecil dilapangan," tandas Syukur.

Dirinya juga menegaskan, jika rencana change order (penambahan anggaran) yang diajukan kontraktor EPC 1 Banyuurip, PT Tripatra Engineers & Constructors senilai Rp1,8 triliun kepada SKK Migas melalui MCL akan membebani Pemkab Bojonegoro.

"Karena jika itu terjadi, pemkab juga harus menambah modal karena terlibat dalam partisipating interest Blok Cepu," pungkas Syukur. (rien)

Dibaca : 1023x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan