Selasa, 21 Mei 2019
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Membidik Sisi Lain BUMDesa

Editor: nugroho
Rabu, 08 Mei 2019
Ist
Kustaji.

SuaraBanyuurip.com

                      Oleh : Kustaji, SE 

Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan adalalah Nawacita ketiga pemerintah hari ini.

Implementasi lahirnya Undang-Undang Desa mengamanatkan adanya Dana Desa sebagai wujud negara hadir dalam memperkuat desa menuju kesejahteraan.

Dana Desa diharapkan  dapat segera membawa desa menjadi kuat, maju,  mandiri dan berkeadailan. Desa dapat membangun infrastruktur wilayahnya sesuai kebutuhan untuk sebesar-besarnya manfaat ekonomi dan kesejahteraan. Desa dapat meningkatkan kemampuan aparatur dan kelembagaan yang dimiliki, melakukan pembinaan kemasyarakatan dan pemberdayaan agar tujuannya menjadi nyata.

Desa juga dapat mendirikan  Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) sebagai lokomotif penggerak ekonomi perdesaan dalam usahanya menggali dan mengembangkan seluruh potensi sumber daya yang dimiliki.   

Namun sudahkah keinginan pemerintah ini tergarap dengan baik? Meski perjalanan Dana Desa telah memasuki tahun kelima. Dan BUMDesa rasanya menjadi menarik untuk dibahas sebagai instrument percepatan kesejahteraan.

Tahun ini Pemkab Bojonegoro berencana menggelontorkan 100 juta per BUMDesa sebagai stimulan pemacu pertumbuhan ekonomi kawasan perdesaan karena ini ada diantara misi Bupati terpilih dalam program pemberdayaan masyarakat desa

Sinergitas pusat dan daerah perlu dilakukan agar tujuan pengentasan kemiskinan perdesaan segera teratasi

Sayangnya acapkali program ini belum mampu memberikan effect positif bagi masyarakat secara luas.

Banyak hal menjadi problematika lapangan dalam pengembangan BUMDesa seperti  komitmen pemerintah desa yang cenderung psimistis karena kekhawatiran ketidakberhasilan hingga manajemen tunggal yang masih banyak dijumpai membuat BUMDesa berjalan stagnan bahkan mati suri.

Keberanian pemerintah desa mengambil porsi pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan masih minim, rata-rata desa  fokus pada pembiayaan  infrastruktur yang dianggap monumental dan menunjukkan keberhasilan sebuah era kepemimpinan

Minimnya sumberdaya manusia yang visioner dan mau menjadi penggerak ekonomi masyarakat karena mewabahnya paragmatisme individu bahkan lunturnya kegotongroyongan.

BUMDesa yang berdiri dengan spirit usaha bersama masyarakat nyatanya memberikan manfaat besar bagi pertumbuhan ekonomi desa, asal tidak mematikan usaha-usaha masyarakat yang telah ada. Banyak best practice BUMDesa nasional bisa sebagai kaca.   Bagaimana pengurus mampu berinovasi dan kreatif dalam menggali dan menggarap potensi yang dimiliki desa dari  perencanaan usaha, pengelolaan hingga bidikan pasar usaha agar perjalanannya tak stagnan bahkan mati di tengah perjalanan.

Benefit akan didapat dari BUMDesa maju bisa dibidik selain manfaat ekonomi bagi masyarakat. Diantaranya benefit kelembagaan, kuatnya  kelembagaan BUMDesa adalah asset berharga bagi desa yang tentu akan menjadikan desa  sebagai magnet bagi siapa saja, bisa jadi rujukan banyak pihak, tempat study tiru hingga forum-forum  diskusi ekonomi kemasyarakatan. Tentu ini akan menjadikan desa semakin dikenal oleh semua. 

Benefit sosial  masyarakat, adanya rasa memiliki (handarbeni) desa semakin kuat yang dimulai dari rasa  memiliki usaha yang dikelola bersama, tentu ini akan kembali menguatkan bahkan menghilangkan pragmatisme  dan semangat gotong royong yang semakin hari semakin menghilang di desa.

Benefit sumberdaya alam dan lingkungan, jika sebuah BUMDesa mengelola potensi alam  maka tak akan lagi hutan gundul, tanah gersang hingga lingkungan kumuh. Semua pasti terkelola, terawat dan  termanfaatkan  dengan baik sehingga alam dan lingkungan akan terus hijau, asri dan indah sepanjang masa. Tentu ini bukan sekedar manfaat ekonomi semata.

Kemajuan ekonomi perdesaan adalah keniscayaan, komitmen pemerintah dan semua pihak terus dinantikan rakyat. BUMDesa diharapkan enjadi solusi tercepat bagi peningkatan ekonomi perdesaan. Yakinkan pemerintah desa, kuatkan kelembagaan, support semua pihak untuk terus bersama memajukan ekonomi desa.

Salam Pemberdayaan.

Penulis adalah Dewan Pakar Ikatan Pelaku Pemberdayaan Masyarakat Indonesia (IPPMI) Cabang Bojonegoro.

Dibaca : 850x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan