Rabu, 24 Oktober 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Menabung Dana Abadi dalam Lumbung Pangan dan Energi

Editor: nugroho
Jum'at, 04 Mei 2018
Ist
Kustaji

SuaraBanyuurip.com

 Oleh : Kustaji

LUMBUNG sudah sangat akrab dengan kehidupan rakyat  Bojonegoro. Sedari dulu lumbung menjadi tradisi menabung ekonomi rakyat petani dari zaman nenek moyang. Lumbung itu dulu disebut Lumbung Desa dalam pemerintahan desa.

Kalau hasil yang dimiliki petani tradisional saat itu adalah padi tentu yang akan disimpan dalam lumbung desa itu adalah padi (mayoritas padi gogo) yang tentu sebagai bahan pokok  pangan.

Nah, ketika hari ini Bojonegoro mempunyai hasil bumi yang lebih menjanjikan berupa minyak dan gas (migas), sudah selayaknya  yang wajib disimpan dalam lumbung rakyat saat ini adalah hasil keuntungan (pendapatan) dari produksi migas bukan?

Dana Abadi Migas dalam konteks sederhana sama halnya dengan menabung hasil pertanian dalam sebuah lumbung pangan desa. Keduanya sama-sama menabung, hanya berbeda dalam bentuk dan model saja. Tapi mengapa konsep sederhana itu menjadi sebuah persoalan yang seakan -akan rumit, terganjal dan tak bisa terealisasikan ?

Pertanyaan sederhananya mungkin political will atau regulasikah yang menjadi hambatan ? 

Jika itu sebuah spirit keinginan positif untuk kepentingan rakyat yang lebih besar, mungkin hanya wakil rakyat yang tak mampu menterjemahkan keinginan rakyatnya yang tak menginginkan regulasi ini terealisasi atau mungkin kepentingan mereka lebih besar daripada sekedar kekuasaan dan mengabaikan keinginan rakyat ?

Tapi jika hambatannya regulasi, bukankah otonomi daerah jelas memberikan  kewenangan dan kemandirian untuk  mengatur daerah dalam pelayanan dan  partisipasi masyarakat dalam kebijakan. Tentu instrumen strategis ini harus diwujudkan oleh  daerah itu sendiri sebagai cita-cita kesejahteraan, transformasi perubahan bahkan harmonisasi kepentingan.

Seperti halnya Lumbung Desa jaman dulu yang menjadi andalan logistik pemerintahan dalam ketahanan pangan sehingga di masa paceklik pemerintah  dan rakyat tak khawatir  akan bahaya kelaparan

Ini zaman now, model budaya, strategi dan regulasi tentu akan bisa mengadopsi dari manapun asal spirit dan substansinya  mampu memberikan manfaat yang terbaik untuk kesejahteraan rakyat baik melalui pendidikan, kesehatan,  pemberdayaan ekonomi dan sejenisnya dari hasil menabung model budaya kekinian ala Dana Abadi Migas ini.

Sebagai masyarakat Bojonegoro, penulis hanya berharap meskipun belum ada regulasi yang mengaturnya, model budaya menabung yang sudah turun temurun ini nyata memberikan multiplier effect kemanfaatan yang besar terhadap kepentingan rakyat, maka harus terus kita berikan dukungan.  

Semoga segera terwujud...!!!

Penulis adalah pegiat di Junjung Negeri Foundation

Dibaca : 776x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan