Senin, 18 Juni 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Menanti Dana Talangan PI Blok Tuban dari KKKS

Editor: samian
Selasa, 07 November 2017
Ali Imron
Direktur BUMD PDAT Tuban, Cucuk Dwi Sukwanto.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban - Menjelang berakhirnya kontrak Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB P-PEJ) di Blok Migas Tuban pada 28 Februari 2018, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Jawa Timur, melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perusahaan Daerah Aneka Tambang (PDAT) dikabarkan bakal mendapat dana talangan penyertaan modal/Participating Interest (PI) 10% dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) pemenang lelang. Kepastian pinjaman tersebut baru dibahas pada pertemuan pekan ini di Surabaya.

"Soal PI sebentar lagi finishing," ujar Direktur BUMD PDAT Tuban, Cucuk Dwi Sukwanto, kepada suarabanyuurip.com, saat ditemui di gedung dewan, Selasa (7/11/2017).

Ditanya soal dasar dana talangan tersebut, Cucuk belum menjelaskan detail. Cuma pinjaman tersebut telah diatur dalam Peraturan Menteri (Permen).

Adanya kabar tersebut berarti, Pemkab Tuban tak perlu mempertaruhkan APBD Rp2,4 Triliun untuk terlibat PI Blok Tuban. Dilain sisi jika pemkab tetap memaksakan menyisihkan APBD untuk PI, tentu bakal berimbas pada proyek RPJMD sampai 2021.

Tiga bulan sebelumnya, Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein, memberikan pernyataan pemkab siap mengelola Migas Blok Tuban tahun 2018 mendatang. Pria kelahiran Kecamatan Rengel itu, lebih memilih menggunakan APBD untuk PI dibanding menggandeng pihak ketiga.

Politisi PKB Tuban ini optimis, pihaknya mampu mengelola Blok Tuban bersama Pemkab Bojonegoro, Lamongan, Gresik dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Hal ini karena penyertaan modal PI dapat diangsur sesuai kesepakatan.

Untuk besaran PI yang ditanggung pemkab, Noor Nahar belum mengetahuinya. Sampai detik ini, belum ada kabar resmi dari Pemprov Jatim maupun Pemerintah Pusat.

Keterlibatan Pemkab Tuban di Blok Tuban nantinya, diwakili oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perusahaan Daerah Aneka Tambang (PDAT) yang membidangi bisnis hulu Migas. Sedangkan BUMD PT Ronggolawe Sukses Mandiri (RSM) lebih difokuskan pada bisnis hilir Migas pada proyek Kilang New Grass Root Revinery (NGRR) Tuban.

Kabar sementara, setelah kontrak pengelola JOB P-PEJ habis akan dilanjutkan oleh Pertamina Eksplorasi Produksi (EP) Asset 4 Field Cepu. Sudah barang tentu, selain ikut mengelola Lapangan Mudi di Desa Rahayu, Kecamatan Soko, juga Lapangan Gas Sumber di Desa Sambonggede, Kecamatan Merakurak.(aim)

Dibaca : 359x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan iklan
iklan