Jum'at, 22 September 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Menebar Inspirasi Motivasi Jadi Wirausahawan Tangguh

Editor: nugroho
Kamis, 10 September 2015
athok moch nur rozaqy
KELAS INSPIRASI : Saptuari Sugiharto saat memberi motivasi warga sekitar Lapangan Banyuurip untuk menjadi pengusaha tangguh.

SuaraBanyuurip.com 

Tak mudah menjadi seorang pengusaha sukses. Dibutuhkan semangat dan motivasi tinggi. Terpenting dukungan serta motivasi dari lingkungan sekitar.

Toni, salah satu warga Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, lebih memilih menjadi seorang pengusaha ketimbang berkecimpung atau menjadi seorang pekerja di proyek migas. Meskipun di desanya sekarang ini terdapat proyek konstruksi Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, yang menarik sebagian besar warga lokal setempat untuk dapat terlibat di dalamnya.

Namun pandangan Toni, proyek tersebut tidak akan berlangsung lama. Jika konstruksi selesai, pekerjaan juga akan berakhir.

Karena alasan itulah, dia bersama sejumlah warga lainnya lebih tertarik menekenuni wirausaha yang dinilai lebih menjanjikan. Meski demikian, Toni menyadari jika berwirausaha membutuhkan kesabaran dan ketekunan.

Toni sendiri sudah memiliki usaha persewaan sound system dan merintis usaha jamur tiram.
"Sebenarnya tergantung dari diri masing - masing,"ucapnya ditemui suarabanyuurip seusai mengikuti kelas inspirasi di sudah terlihat sejak Sabtu (29/8/2015) pagi di Pendapa Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro.

Keinginan untuk menjadi seorang pengusaha sukses yang mendorong Toni bersama teman - temanya mengikuit kelas inspirasi yang difasilitasioleh Institute Development of Society (IDFoS) Indonesia bekerja sama dengan ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL) yang didukung Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

Kelas inspirasi diikuti oleh sekitar 72 peserta. Sebagian besar berasal dari desa sekitar proyek Lapangan Banyuurip, Blok Cepu. Mereka didapuk sebagai calon pengusaha sukses dimasa mendatang.

Para peserta kelas inspirasi diberikan motivasi agar menjadi wirausaha yang tangguh oleh Saptuari Sugiharto, pengusaha digital sablon asal Jogjakarta sekaligus peraih UGM Award kategori wirausaha 2011.

Tidak hanya Toni, bagi Ria Anggraini, warga Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, motivasi cukup penting untuk membangkitkan semangatnya dalam memulai usaha. Adanya kelas inspirasi menjadi kesempatan untuk saling bertukar pikiran serta mendapat tambahan wawasan tentang dunia usaha.

"Apa yang harus kita lakukan agar kreatif mengembangkan usaha," tanyanya kepada Saptuari.

Dengan serius Ria Anggraini mendengarkan kiat-kiat dan motivasi yang dipaparkan usahawan yang sukses mengembangkan berbagai jenis waralaba di kota pendidikan itu.

Di depan peserta, Saptuari pun memaparkan kunci utama dan yang paling penting adalah belajar dan belajar. Untuk mencapai kesuksesan juga tidak mudah putus asa. Memulai usaha bisa dimulai dengan keyakinan yang menurut diri sendiri akan berhasil.

"Jangan patah semangat dan yakinlah sukses dengan usaha tersebut," kata Peraih Best Young Entrepreneur IFA (Asia Pasific Entrepreneur Award) 2009 ini.

Cerita kesuksasan pun disampaikan Saptuari. Kala itu ada seorang temannya yang kebingungan memulai usaha. Suatu saat, ia pergi ke Mall. Di situ dia melihat sebuah tas yang dijual. Secara kualitas, tas itu biasa-biasa saja, tapi karena berada di Mall, harganya pun lebih tinggi.

Dengan Kelas Inspirasi ini diharapkan akan muncul calon-calon entrepreneur atau wirausahawan yang tangguh dan kreatif yang penuh dengan semangat memberi kemanfaatan
Dari situlah muncul ide membuat tas. Dia belajar keras membuat, kemudian di-upload di berbagai media sosial. Dia juga belajar keras bagaimana memasarkan mengkoneksikan produk hingga pasar. Hingga akhirnya dia berhasil membawa produknya dikenal lebih luas.

"Dan sekali lagi, kuncinya adalah belajar dan mau berusaha keras tanpa pantang menyerah," pesannya.

Direktur IDFoS Indonesia, Ahmad Taufiq, menjelaskan, Kelas Inspirasi Motivasi Kewirausahaan mengusung tema “Berani Kreatif Bikin Bisnis”. Kelas Inspirasi akan berlangsung selama lima sesi. Para peserta berasal dari berbagai desa di Kecamatan Gayam. Di antaranya adalah Desa Gayam, Bonorejo, Mojodelik, Katur, Brabuhan, Begadon, Ringintunggal, Cengungklung, Sudu, dan Beged.

"Para peserta adalah calon-calon angkatan kerja dengan usia produktif (usia 18-45 tahun). Dari 72 peserta, 50 persen lebih di antaranya adalah kaum perempuan," tuturnya.

Kelas Inspirasi merupakan program kewirausahaan yang bertujuan untuk membangkitkan semangat dan motivasi memulai usaha atau bisnis. Karena, untuk memulai usaha, yang terpenting adalah keyakinan sukses untuk memulai usaha (start up) disertai dengan kreativitas dalam menjalankan usaha.

"Dengan Kelas Inspirasi ini diharapkan akan muncul calon-calon entrepreneur atau wirausahawan yang tangguh dan kreatif yang penuh dengan semangat memberi kemanfaatan," kata Taufiq.

Selain Saptuari, Kelas Inspirasi 1 juga mendatangkan motivator lokal. Dia adalah Aris Risanto, pembudidaya cacing tanah yang sukses asal Kecamatan Gondang. Selama ini, Aris berhasil mengembangkan budi daya cacing tanah di berbagai kecamatan di Bojonegoro. Bahkan, saat ini Aris menjadi pemasok cacing tanah untuk bahan pakan ternak di sejumlah pabrik besar. Jumlah pasokannya hingga beberapa ton.

"Diharapkan dengan hadirnya para motivator ini, nantinya para peserta Kelas Inspirasi tidak ragu-ragu lagi untuk memulai bisnis," imbuh Taufiq dalam acara pembukaan kemarin.

Camat Gayam Hartono, yang hadir dalam pembukaan Kelas Inspirasi merespons positif kegiatan tersebut. Menurut dia, out put dari Kelas Inspirasi akan sangat pas dalam mendukung upaya pemerintah daerah dalam menumbuhkan pertumbuhan ekonomi di Bojonegoro.

"Karena Gayam didaulat menjadi salah satu wilayah sentral pertumbuhan ekonomi di Bojonegoro," tuturnya.

Selain Camat, hadir dalam acara tersebut Kades Ringintunggal, Kades Katur, dan Kades Sudu. Juga hadir perwakilan Disnakertransos, Bakesbang Polinmas, Dinas Kominfo, dan tiga perwakilan MCL, yakni Lisa, Wulan, dan Hesti.

Hesti menyampaikan, Kelas Inspirasi adalah salah satu wujud perhatian EMCL dalam memberdayakan masyarakat di bidang ekonomi. Bidang ekonomi adalah bagian dari komitmen EMCL dalam mengembangkan masyarakat. Dia berharap, dari Kelas Inspirasi ini akan muncul wirausahawan-wirausahawan sukses yang tangguh. (athok moch nur rozaqy)

 

Dibaca : 515x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan