Menggantungkan Asa dari Tanah Rawa

Senin, 05 November 2012, Dibaca : 1128 x Editor : nugroho

ainur rofik
CABUTI RUMPUT : Sudjono terlihat telaten menggarap lahan bekas rawa yang berada di Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro.


SuaraBanyuurip.com

 

Bojonegoro -  Pagi masih muda. Embun sisa hujan semalam masih membasahi dedaunan ketika Sudjono melangkahkan kakinya menyusuri pematang sawah. Tanpa canggung, pria paruh baya, itu kemudian turun kesawah memulai aktifitasnya.

Baca Lainnya :

    Ia mencabuti rumput yang mulai tumbuh disela-sela tanaman padinya yang baru berusia dua minggu. Dari sebagian besar rumput diantara tanaman padi itu adalah enceng gondok.

    Maklum, sawah yang digarap warga Desa Sukorejo, Kecamatan Kota Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, itu adalah bekas rawa-rawa dan semak belukar. Rawa yang sebelumnya selalu dipenuhi enceng gondok.

    Baca Lainnya :

      Namun, sudah dua tahun itu, rawa seluas hampir 3000 meter persegi yang berada dibelakang komplek perumahan warga perkotaan tak dipenuhi enceng gondok. Karena rawa itu telah disulap Sudjono menjadi areal persawahan yang subur.  

      “Daripada dibiarkan ya lumayan lah jika olah menjadi lahan pertanian. Bisa memberikan penghasilan,” kata Sudjono ditemui suara banyuurip.

      Dalam mengolah area rawa itu, Sujono tidak sendiri. Dia bersama lima warga lainnya berjuang keras untuk menyulap rawa menjadi lahan pertanian.

      Mereka memanfaatkan musim kemarau untuk mengolah rawa itu.

      Dengan bantuan alat traktor dan cangkul, keenam warga itu dengan telaten memberishkan rawa yang di penuhi tanaman enceng godok, ilalang dan semak belukar. Kemudian setelah bersih rawa itu di gemburkan lagi dan di bagi menjadi beberapa petak lalu ia tanami padi.

      Untuk mencukupi kebutuhan air bagi pertanian, mereka mengambil air dari suangai dan rawa disebelah lahannya dengan menggunakan diesel. Air itu dialirkan dengan selang.

      “Hanya musim kemarau bisa ditanami padi, mas. Sebab kalau sudah musim penghujan lahan ini pasti dipenuhi air,” sergah pria berusia 40 tahun itu.

      Dengan mengolah lahan rawa yang bukan miliknya itu, Sudjono mengaku, sekali panen mampu mendapatkan hasil sekira 4 kwintal beras.

      Dari sebagian hasil panen mengolah tanah milik Dinas Pengairan Bojonegoro (rawa) itu mereka kumpulkan untuk memperbaiki insfratuktur jalan menuju lahan persawahan. Tujuannya agar akses jalan itu bisa digunakan mengangkut hasil panen.

      “Kami (enam warga yang mengolah rawa) sudah sepakat. Karena jalan ini penting sekali,”  tegas Sudjono diamini petani lainnya.

      Disamping diolah menjadi lahan pertanian setiap musim kemarau, rawa tersebut juga dimanfaatkan keenem warga untuk kolam ikan setiap musim penghujan. Karena tanah rawa tersebut telah menjadi gantungan harapan mereka. Tumpuan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi mereka.(ainur rofik)

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more