Minggu, 19 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Mengurus Sertifikasi Berujung Maut

Editor: nugroho
Jum'at, 06 Oktober 2017
ahmad sampurno
RINGSEK : Mobil Kijang yang ditumpangi rombongan guru yang akan mengurus tunjangan sertifikasi.

SuaraBanyuurip.com

Sebuah mobil Kijang tertimpa pohon di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, telah merenggut dua nyawa. Mereka adalah romongan guru yang akan mengatarkan berkas tunjangan sertifikasi.  

Anis Ervani tidak sedikitpun memiliki firasat jika mobil yang ditumpanginya akan mengalami kecalakaan, dan merenggut nyawa tiga temannya. Selasa (3/10/2017) sore, pukul 17.00 WIB, wanita berusia 31 tahun asa Dukuh Wonorejo Lorong 4 RT9/RW13 Kelurahan/Kecamatan Cepu, itu berangkat rombongan ke Blora untuk mengantarkan berkas sertifikasi menggunakan Mobil Kijang bernomor Polisi K-8662-BN.

Dia bersama dua guru MTs Nglanjuk yakni Dyah Puspitasari (41), Lilik Sriyani (49). Para pahlawan tanda jasa itu diantar Suhardi, sopir mobil Kijang.

Namun siap sangka di tengah kegembiraan mereka akan mendapatkan tunjangan sertifikasi, petaka menimpanya. Di tengah hujan deras disertai angin mengguyur Mobil Kijang yang disopiri Suhardi, seorang perangkat Desa Mulyorejo, Kecamatan Cepu, tertimpa pohon tua. Kecelaan itu terjadi saat memasuki kawasan Bruk Brosot turut Desa Sambongrejo Kecamatan Sambong. Tepatnya di area petak 4025a RPH Ngawenan BKPH Pasar Sore KPH Cepu.

Mobil kijang yang mengangkut para guru itu mengalami rusak berat. Bagian depan dan tengah ringsek akibat tertimpa pohon Joho yang akarnya sudah membusuk.

Akibat peristiwa tersebut, Suhardi meninggal di lokasi kejadian. Sedangkan Lilik Sriyani, warga Dukuh Pilang  RT 2/3 Desa Nglanjuk Kecamatan Cepu, meninggal saat perjalanan dibawa ke rumah sakit akibat luka parah.

Sementara Dyah Puspitasari, warga Lorong 6  Balun Srikaton Kelurahan Balun, Kecamatan Cepu, dan Anis Ervani, selamat dalam kecelakaan maut tersebut. Namun begitu, keduanya mengalami luka –luka dan hingga saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit umum (RSU) Cepu.

Luka di beberapa bagian tubuh Anis mulai kering. Namun istri Yoyok Subagyo itu masih syok. Dia tak banyak bercerita ketika ditanya tentang kejadian memilukan tersebut.

Yoyok Subagyo (35), mengatakan jika tidak memiliki firasat apapun sebelum malapetaka itu terjadi. Hanya saja, saat hendak pergi ke Blora, istri Yoyok berencana mengajak anaknya yang masih berusia 3,5 tahun untuk ikut serta dalam rombongan.

 “Tapi dari orang tua melarang. Kasihan anaknya, hujan-hujan kok diajak,” terangnya. 

Mendapat larangan itu, istri Yoyok, langsung mengurungkan niatnya untuk mengajak putra ke duanya itu.

“Mungkin ini sudah pertanda,” kata dia saat mengambil barang milik istrinya di Unit Laluluntas Polsek Cepu. 

Dia menceritakan jika istrinya bersama teman-temannya itu berangkat ke Blora dalam rangka menyerahkan berkas untuk sertifikasi. Karena hari itu adalah terkahir untuk penyerahan berkas dan ditunggu sampai malam.

“Sekitar jam 4 berkas baru selesai. Jadi dia istrihat sejenak hanya sekadar mandi, kemudian jam 17.00 WIB dia berangkat,” jelasnya.

Tidak lama berselang, dirinya mendengar bahwa istrinya mengalami kecelakaan di Bruk Brosot. Seketika itu dirinya panik dan langsung menuju lokasi kejadian. Dirinya mengaku bersyukur dalam kejadian itu istrinya masih diberi keselamatan. 

Sementara duka mendalam dialami keluarga korban meninggal dunia, Suhardi. Adik ipar korban Imron Jamil (30), mengaku sehari sebelumnya tidak ada firasat apapun. Namun ada kejanggalan saat sebelum kejadian.

“Kalau hari biasa, dia selalu pergi bersama dengan istrinya,” katanya. 

Sebelum kejadian itu, Suhardi tidak membawa serta istrinya. Hal itu karena istri Suhardi ada acara Khataman Al-Qur’an di Kecamatan Banjarejo. Sehingga korban mengantar istrinya ke Terminal Cepu untuk berangkat naik bus menuju Kecamatan Banjarejo. Korban berencana membawa serta istrinya jika urusannya mengantar para guru itu menyerahkan berkas.

“Karena kakak perempuan saya itu Hafidz Qur’an. Jadi biasa diundang untuk pengajian,” ujarnya yang saat itu juga berada di Mapolsek Cepu. 

Semasa hidupnya, Suhardi sering mengantarkan teman-temannya di MTS tersebut, karena korban dulunya juga seorang guru di sekolah itu. Setelah dia menjadi perangkat desa tidak lagi mengajar. 

Istri korban saat ini masih mengalami syok berat, mengeatahui suaminya sudah meninggal.

“Sampai sekarang masih syok,” kata dia. 

Korban yang sampai saat ini belum diakaruniai anak itu, telah dimakamkan malam itu itu juga. Sekira pukul 00.00 WIB.

“Karena kondisi korban terus mengeluarkan darah. Setelah disucikan, langsung dimakamkan,” tuturnya. Kini, istri korban hanya tinggal bersama anak angkatnya di rumah. 

Khumaidi (54), kakak tertua istri korban, mengatakan, dia terakhir bertemu korban pada tanggal (3/9/2017) lalu.

“Tepat satu bulan kemarin saya bertemu. Saat ada acara di pesantren Jombang,” ujar pria yang tinggal di Jombang ini. 

Dirinya tidak menyangka, jika pertemuan itu adalah pertemuan terakhir dengan korban. 

Kepala Unit Laka Satuan Lalu-lintas Polres Blora, Ipda Zaenul Arifin menjelaskan pertistiwa tersebut bermula ketika mobil kijang berpenumpang empat orang melaju dari arah Cepu menuju Blora, saat sedang hujan deras disertai angin kencang sekira pukul 17.30 WIB.

“Sesampainya di Tempat Kejadian Perkara (TKP), tiba-tiba pohon ini tumbang dan menimpa mobil yang sedang melintas tersebut," katanya.

Kejadian itu pun seketika membuat arus lalu lintas macet hingga 5 kilo meter (km) karena terhalang pohon tua yang tumbang. Polisi yang datang ke lokasi dibantu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora, TNI, PLN, Perhutani, serta warga melakukan evakuasi korban serta menyingkirkan pohon untuk mengurai kemacetan lalulintas.

“Kira-kira butuh satu setengah jam untuk melakukan evakuasi dan membuat arus lalulintas kembali lancar," terangnya.

Akibat kejadiaan tersebut satu orang dinyatakan meninggal di tempat dan tiga lainnya mengalami luka berat.

“Semua dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Cepu," ucapnya.(ahmad sampurno)

 

Dibaca : 207x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan