Senin, 18 Juni 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Menteri ESDM Kunjungi Proyek JTB Selepas Magrib

Editor: samian
Jum'at, 12 Januari 2018
Ist
KUNJUNGAN KERJA : Menteri ESDM, Ignasius Jonan mendapat penjelasan perkembangan proyek gas JTB dari PEPC.

SuaraBanyuurip.com - d suko nugrho

Bojonegoro – Usai meresmikan Gedung Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, mengunjungi proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran - Tiung Biru ( J-TB) di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (11/1/2018), selepas magrib.

Kunjungan Jonan ini untuk mengetahui progress mega proyek gas yang di operatori Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC), pasca dia resmikan beberapa bulan lalu.

Turun dari mobil Alphard bernopol RI 24, Jonan disambut Manajemen PT Pertamina (Persero), Syamsu Alam, selaku Direktur Hulu, di dampingi Direktur Utama PEPC, Jamsaton Nababan beserta perwakilan manajemen lainnya. Kemudian mereka memasuki ruang rapat di Direksi Keet atau kantor sementara selama masa Early Civil Work (ECW).

Dalam kesempatan tersebut, Syamsu Alam dan Jamsaton Nababan memaparkan perkembangan proyek JTB. Dijelaskan, proyek JTB telah memasuki masa engineering, procurement and constructions - Gas Processing Facility (EPC - GPF).

"Kami telah mensosialisasikannya kepada masyarakat luas bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro," kata Jamsaton Nababan melalui siaran pers yang dikirim kepada suarabanyuurip.com, Jumat (12/1/2018).

Menanggapi pemaparan Dirut PEPC, Jonan mengatakan bahwa proyek JTB merupakan salah satu proyek strategis nasional. Oleh karena itu, diharapkan PEPC dan rekanan baik PT Pembangunan Perumahan (PT PP) dan Konsorsium PT Rekayasa Industri – PT Japan Gas Corporation Indonesia (JGCI) – Japan Gas Corporation (JGC) agar dapat menyelesaikan proyek JTB tepat waktu, tepat biaya, tepat spesifikasi dan tepat tingkat pengembaliannya sesuai yang diharapkan. 

"Pemerintah sangat berharap proyek JTB ini dapat diselesaikan dengan baik untuk meningkatkan pendapatan negara mulai tahun 2021," pesan Jonan.

Sementara itu, Direktur Hulu PT Pertamina(Persero), Syamsu Alam mengingatkan kepada PEPC dan rekanannya untuk segera melaporkan lebih awal setiap permasalahan yang berpotensi menghambat pelaksanaan pekerjaan agar dapat dicarikan solusi terbaik dan tercepat. 

"Jangan sampai proyek ini terhambat," tegas Syamsu Alam.

Baik Pertamina maupun PEPC menyampaikan terima kasih kepada Forpimda Bojonegoro dan seluruh jajarannya serta masyakat Bojonegoro yang telah memberikan support untuk kelancaran proyek JTB.

Kedatangan Jonan di proyek JTB ini merupakaian rangkaian kunjungan kerjanya sehari di Bojonegoro. Sebelum ke PEM Akamigas, mantan Menteri Peehubungan itu juga mampr di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, yang dioperatori ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).(suko)

Dibaca : 545x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan iklan
iklan