Minggu, 17 Februari 2019
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Minta DPRD Dukung Konten Lokal Terlibat di Blok Cepu

Editor: samian
Sabtu, 09 Februari 2019
Ririn Wedia
UNRAS : Setelah dari lokasi Kedungkeris, puluhan massa perwakilan 9 desa melakukan aksi serupa di depan gedung DPRD Bojonegoro.

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro -  Usai melakukan demo di Lapangan Kedungkeris, Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, puluhan demonstran dari Asosiasi Tenaga Kerja Oil dan Gas Bojonegoro (Astek On GGO), bergerak menuju kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.

Tuntutan pendemo yang sebagian besar perwakilan dari desa yang dilintasi pipa minyak dari Lapangan Kedungkeris ke Lapangan Banyuurip di Kecamatan Gayam ini sama seperti sebelumnya, yaitu keterlibatan warga lokal secara maksimal.

"Tuntutan sama, kita ingin DPRD mendukung serapan atau keterlibatan tenaga kerja lokal di proyek Migas Blok Cepu, itu dilakukan semaksimal mungkin," ujar koordinator aksi, Kamaludin, kepada Suarabanyuurip.com disela-sela aksi demo.

Pihaknya menyatakan, jika mendukung ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan kontraktornya PT Meindo Elang Indah untuk melakukan kegiatan pipanisasi. Asal, ada jaminan jika warga sekitar ikut terlibat.

"Kita juga ingin menyampaikan jika ada Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang berdemo mengatasnamakan warga lokal, tapi kami sebagai warga lokal tidak merasa terwakili," tukas pemuda asal Kecamatan Kalitidu ini.

Salah satunya adalah LSM yang bernama Forum Kedaulatan Masyarakat Bojonegoro atau FKMB yang dinilai abal-abal dan tidak mewakilkan warga lokal sekitar proyek.

Meskipun perwakilan DPRD tidak ada yang menemui, namun pihaknya menanti tindak lanjut agar Perda No 23 tahun 2011 tentang konten lokal tetap ditegakkan.

Terpisah, Kabag perundang-undangan, humas dan protokol DPRD Bojonegoro, Teguh Wibowo, menyampaikan, semua aspirasi akan ditampung dan disampaikan kepada pimpinan DPRD.

"Mohon maaf, karena semua anggota DPRD sedang melakukan kunjungan kerja  Pansus satu sampai empat membahas lima raperda diluar kota," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua LSM FKMB, Edi Susilo, mengaku, jika dirinya asli warga Bojonegoro, tepatnya berasal dari Desa Ngujo, Kecamatan Kalitidu.

Disinggung adanya aksi penolakan terhadap FKMB, dan dituding sebagai LSM abal-abal. Edi menyatakan menghargai siapapun yang mengkritiknya, dan ada masyarakat yang bisa menilai apa yang diperbuatnya selama ini.

"Kalau minta cabut izin LSM saya, ya semua itu ada aturannya," pungkasnya.(rien)

 

 

Dibaca : 575x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>