Selasa, 21 Agustus 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Minta PEPC Rutin Laporkan Kondisi Lingkungan JTB

Editor: nugroho
Senin, 11 Juni 2018
dok/sbu
Kepala DLH Bojonegoro, Nurul Azizah.

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro, Jawa Timur, meminta Pertamina EP Cepu (PEPC) melaporkan secara rutin kondisi lingkungan baik tingkat kebisingan, debu, dan kenaikan suhu di sekitar Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB).

"Itu sudah sesuai isi dokumen analisis dampak lingkungan," kata Kepala DLH, Nurul Azizah, kepada suarabanyuurip.com, beberapa waktu lalu saat ditemui di kantornya. 

Menurutnya, laporan itu harus dibuat dan diserahkan oleh PEPC secara rutin tiga bulan sekali. Laporan tersebut, digunakan untuk acuan DLH jika terjadi permasalahan di lapangan dan mengantisipasi konflik sosial. 

"Laporan diserahkan sejak proyek pertama dimulai," tukasnya. 

Sementara untuk alat-alat pendeteksi baik suhu, H2S, dan lain sebagainya akan dipasang pada saat semua fasilitas sumur gas sudah terbangun. Alat pendeteksi tersebut bisa memberikan warning atau peringatan dari awal jika ada gas H2S yang bocor. 

"Alat-alat itu nantinya harus terpasang sesuai didalam Amdal," pungkasnya. 

Saat ini proyek konstruksi pusat fasilitas pemrosesan gas sedang dimulai. Proyek ini menelan biaya USD 1,6 juta dollar atau setara Rp21 triliun. Kontrak pekerjaan ditandatangani pada 4 Desember 2017, dengan jangka waktu pekerjaan selama 36 bulan (3 tahun), dan 12 bulan (1 tahun) masa garansi.

Untuk satu tahun pertama 2018, ada 7 titik pekerjaan baik di Jakarta maupun di Bojonegoro. Kegiatan di Bojonegoro adalah pekerjaan persiapan pioner office, pipe shap, drainage, Site Preparation.

 Selama konstruksi berlangsung, proyek ini akan menyerap 6000 tenaga kerja. Puncaknya kebutuhan tenaga kerja ini akan berlangsung pada bulan Agustus 2018 sebanyak 1.600 orang, kemudian pada Desember sebanyak 500 orang. 

Produksi gas dari Lapangan JTB diprediksi bisa mencapai sekitar 315 milion standard cubic feet per day (MMSCFD) 315. Dari jumlah itu, 172 mmscfd atau sekitar 54 persen telah diperjualbelikan kepada PLN untuk kepentingan pengadaan listrik negara.(rien)

 

Dibaca : 411x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan
iklan