Kamis, 19 April 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Minta Perusahaan Migas Serahkan Data Produksi

Editor: samian
Minggu, 04 Februari 2018
dok.SBU
Kepala Bidang Perimbangan dan Pendapatan Lain-lain Bapenda, Anang Prasetyo Adi.

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, meminta kepada semua perusahaan minyak dan gas (migas) di Bojonegoro untuk memberikan laporan terkait jumlah produksi serta lifting secara tertulis.

Perusahaan migas yang ada di Bojonegoro, diantaranya ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ), operator Lapangan Sukowati, Blok Tuban, serta Pertamina EP Asset 4 Fled Cepu, pemilik Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) Sumur tua dan Sumur Tiung Biru, hanya EMCL saja yang sudah memberikan data produksi dan lifting.

"Yang sudah melaporkan baru EMCL, lainnya belum," ungkap Kepala Bidang Perimbangan dan Pendapatan Lain-lain Bapenda, Anang Prasetyo Adi, kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (3/2/2018) kemarin.

Anang mengaku, selama ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mendapat laporan produksi per hari dan lifting minyak dan gas secara lisan saja. Padahal, hasil lifting setiap triwulan sekali yang didapatkan oleh Bapenda melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ditulis secara global, tidak terperinci.

"Karena tidak punya data langsung dari masing-masing Lapangan Migas, kita jadi tidak punya pembanding," imbuhnya.

Pihaknya berharap, perusahaan migas yang ada saat ini mendukung program pemerintah yakni keterbukaan informasi publik. Sehingga, Pemkab bisa memiliki data pembanding antara perusahaan dengan Pemerintah Pusat.

"Kalau dari pemerintah pusat tidak rinci datanya, kan kita sudah ada dari perusahaannya langsung," pungkasnya.

Terpisah Field Manager, Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Heru Irianto, mengatakan, jika selama ini belum pernah menerima permintaan dari Bapenda terkait data lifting maupun produksi minyak.

"Kita belum pernah menerima permintaan data lifting atau produksi dari Pemkab Bojonegoro," kata Field Manager, Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Heru Irianto, saat dikonfirmasi Suarabanyuurip, Minggu (4/2/2018).

Pihaknya tidak segan memberikan data apabila ada permintaan karena memang bersifat publikasi. Terlebih, Bojonegoro merupakan daerah pengahasil sehingga berhak mendapatkan informasi jumlah lifting maupun produksi di sumur tua atau TBR.

"Kita siap berikan data apa saja yang diminta, karena itu sifatnya publikasi ya dan semua berhak dapat informasinya," tegas Heru.

Menurutnya, data produksi maupun lifting migas memang sangat diperlukan untuk mengetahui berapa Dana Bagi Hasil Minyak dan Gas (Migas) yang akan diperoleh daerah. Hanya saja, karena sumur TBR akan ditutup, kedepan produksi dan lifting didapatkan hanya dari sumur tua.

"Untuk sumur TBR akan ditutup tiga bulan lagi, sesuai kesepakatan bersama," ucapnya.

Sementara Field Adminstration Superintendant JOB P-PEJ, Akbar Pradima, hingga kini belum memberikan konfirmasinya terkait hal tersebut.(rien)

Dibaca : 554x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan