Senin, 16 Juli 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Minta Perusahaan UMSK Lebih Proaktif

Editor: nugroho
Selasa, 01 Desember 2015
ali imron
SOSIALISASI : Dewan Pengupahan memberikan sosialisasi terhadap seluruh perusahaan Tuban di kantor Dinsosnaker.

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban - Dewan Pengupahan (DP) unsur Serikat Pekerja (SP) Kabupaten Tuban, Jawa Timur, meminta perusahan yang sudah menerapkan Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) lebih proaktif.  Alasannya, selama dua tahun terakhir perusahaan dinilai kurang mensejahterakan nasib tenaga kerjanya (Naker) sesuai peraturan pengupahan.

"Ada tiga perusahaan yang termasuk UMSK, meliputi PLN, Migas, dan Persemenan," kata Devisi Hukum dan Advokasi SP Tuban, Abdul Malik, kepada Suarabanyuurip.com usai melakukan sosialisasi Upah Minimum Kabupaten (UMK) Tuban tahun 2016 di Dinsosnaker setempat, Selasa (01/12/2015).

Beberapa perusahan UMSK sektor Migas yang telah beroperasi di Tuban yakni Joint Operating Body Pertamina – Petrochina East Java (JOB PPEJ), Petamina EP Asset 4, ExonMobile Cepu Limited (EMCL), dan PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) yang baru kembali beroperasi.

"Lainnya PT Semen Indonesia, dan PT Holcim," imbuhnya.

Perusahaan UMSK harus memberikan upah lebih terhadap karyawan atau pekerjanya di atas UMK daerah. Besaran UMSK dapat dihitung dengan jumlah UMK ditambah lima persen.

Pasca diturunkannya Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Timur, Nomor 68 tahun 2015, UMK Tuban tahun 2016 naik menjadi Rp 1.757.000. Jumlah tersebut meningkat dari UMK tahun 2015 sebesar Rp 1.575.000.

"UMK tersebut berlaku per tanggal 1 Januari 2015," tambahnya.

Pihaknya berharap, perusahaan di Tuban segera memperbarui Izin Wajib Lapor Ketenagakerjaan (IWLK), sehingga dapat meminimalisir konflik terkait kelayakan upah kerja.(aim)

 

Dibaca : 663x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan