Selasa, 18 Desember 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Mitra BPJS Kesehatan Diminta Ikuti Sistem Rujukan Online

Editor: samian
Kamis, 15 November 2018
Ririn Wedia
DENGAR PENDAPAT : Komisi C saat melakukan dengar pemdapat terkait rujukan online dengan dinas kesehatan.

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Komisi C, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, meminta semua rumah sakit dan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) yang menjadi mitra Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, untuk bisa mengikuti sistem rujukan online yang diterapkan sekarang ini.

"Sebenarnya, dengan sistem rujukan online, endingnya mempermudah masyarakat dalam berobat," kata Ketua Komisi C, Sally Atyasasmi usai hearing dengan Dinas Kesehatan, RSUD, dan BPJS Kesehatan, Rabu (14/11/2018).

Namun, perubahan sistem dari manual ke online masih belum bisa dilakukan secara maksimal di semua rumah sakit dan puskesmas. Hal ini karena, kemampuan informasi tekhnologi (IT) petugas yang menginput data masih sangat terbatas.

"Di dalam sistem online ini, butuh kecepatan dan ketepatan data," imbuh Politisi asal Partai Gerindra.

Kedepan, pihaknya akan melakukan rapat koordinasi dengan mengundang RSUD dan RS mitra BPJS Kesehatan serta Puskesmas untuk mengetahui sejauh mana kesiapan tenaga operator yang menginput data pasien beserta lokasi rujukannya.

Sekarang ini, mitra BPJS Kesehatan diantaranya RSUD Sosodoro Djatikusumo, RSUD Padangan, RSUD Sumberjo, RS Ibu dan Anak Fatma, RS Ibnu Sina, dan RS Muna Anggita.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Sunhadi, mengakui adanya kendala tekhnis pada masa transisi sekarang ini. Namun, seiring berjalannya waktu, sistem rujukan online akan bisa dinikmati manfaatnya oleh masyarakat luas.

"Ya memang ini masa transisi, dari manual ke online. Butuh waktu untuk menyesuaikan," tandasnya.

Terpisah, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan, menyampaikan, sejak 1 September 2018 telah menggunakan sistem rujukan online kepada seluruh peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Program yang mulai dilaksanakan sejak 1 September 2018 ini dilakukan demi membuat proses rujukan bagi pasien lebih cepat dan bisa didata dengan tepat waktu.

"Digitalisasi rujukan ini mendekatkan peserta dengan fasilitas kesehatan dan mengurangi antrean dalam pelayanan kesehatan," pungkas Kepala Bidang Jaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Achmad Chairil Anwar.(rien)

Dibaca : 342x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan