Jum'at, 21 September 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Miyadi: Tenaga Kasar Kilang Tuban Harus dari Lokal

Editor: nugroho
Sabtu, 06 Januari 2018
dok/sbu
Ketua DPRD Tuban, Miyadi.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban- Megaproyek Kilang New Grass Root Refinery and Petrochemial (NGRR) Tuban di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, diprakirakan membutuhkan tenaga kerja 20 ribu sampai 40 ribu orang. Perusahaan patungan, PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP), itu diharapkan mengutamakan konten lokal, dengan mengambil tenaga kasar lokal.

“Tenaga kasar kami harapkan semua diambil dari sini,” ujar Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tuban, Miyadi, kepada suarabanyuurip.com, di gedung dewan beberapa waktu lalu, Sabtu (6/1/2017).

Baca Juga :

Klarifikasi Penolakan Kilang Tuban Bertepuk Sebelah Tangan

Pemkab Tak Bisa Ikut Campur Kesepakatan Harga Lahan

Demi Kilang Tuban, Bupati Kebut Ring Road

Geliat Bisnis Perhotelan Jelang Kilang Tuban

Apa saja peluang pekerjaan untuk warga Tuban, politisi asal PKB Tuban ini belum bisa menyebutkannya. Pemerintah Kabupaten Tuban masih memilah Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pertamina.

Setelah proyek pengolahan minyak berkapasitas 300 ribu Barel Per Hari (Bph) berjalan, maka komitmen perekrutan naker harus diutamakan warga lokal. Termasuk nominasi utama harus penduduk setempat.

“Tidak boleh keluar dari itu,” tegas Miyadi.

Perekrutan naker tersebut tergantung model pekerjaannya. Apakah menjadi pangkalan operator, atau tenaga kasar. 

Untuk tenaga operator, menurut Miyadi juga harus dipilah. Kalau memang skillnya tidak mampu orang Tuban, baru dicarikan orang luar daerah. 

"Sebaliknya jika masih ada harus mengutamakan konten lokal," tandasnya.

Minimnya APBD Tuban untuk meningkatkan skill warganya terasa pada kegiatan Pendidikan dan Latihan (Diklat) di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM) Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada awal bulan Mei 2017 lalu. 

Selama enam bulan, hanya ada enam pemuda asal Kecamatan Jenu yang terpilih untuk diajari membuat scaffolding (perancah), Welding (pengelasan), dan pengoperasian forklift (angkutan multimoda).

Sekretaris Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Tenaga Kerja (Naker) Tuban, Soni Kurniawan, berharap segera ada perjanjian naker antara Pemkab Tuban dan Pertamina-Rosneft. Upaya ini untuk segera mengetahui jenis pekerjaan, sekaligus menyiapkan SDM pendukungnya.

Berbicara kualifikasi naker, lanjut dia, tentu ada tenaga tidak terdidik dan terdidik. Untuk naker unskil tanpa pendidikan, nantinya dibutuhkan dalam pekerjaan pembersihan lapangan, maupun juru ukur tanah. Sedangkan untuk naker skill akan terlibat dalam pekerjaan security, maupun dirver. 

"Naker kedua inilah yang perlu didukung dengan pendidikan, dan pengalaman sesuai bidangnya," jelas Soni Kurniawan.

Saat mengetuk pintu di Tuban, Pertamina berjanji memberikan beasiswa bagi pelajar tingkat SMA sederajat yang berprestasi. Diantaranya melanjutkan jenjang diploma 2 dan 3. 

Vice President Asset Strategy Pertamina, Achmad Syaihu Rais, menjelaskan kalau tahapan proyek kilang Tuban masih panjang. Sebelum masuk tenaga kerja, saat ini tim sedang konsentrasi membebaskan lahan di Desa Remen-Mentoso, Kecamatan Jenu.

“Semua ada tahapannya dan kami akan lebih kooperatif,” sergahnya.

Perlu diketahui, total nilai investasi kurang lebih USD 15 miliar. Pertamina-Rosneft sudah menyepakati komposisi saham perusahaan patungan PRPP, sebesar 55 persen saham untuk Pertamina dan sisanya 45 persen untuk Rosneft.

Adapun perkiraan produk BBM yang nanti akan dihasilkan NGRR Tuban adalah gasoline sebesar 80 ribu barel per hari, Solar 99 ribu barel per hari, dan Avtur 26 ribu barel per hari. Untuk produk baru petrokimia adalah polipropilen 1,3 juta ton per tahun, polietilen 0,65 juta ton per tahun, stirena 0,5 juta ton per tahun dan paraksilen 1,3 juta ton per tahun. (aim)

Dibaca : 3747x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan