Rabu, 19 September 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Mural Sugondo Djojopuspito Hiasi Sudut Kota Tuban

Editor: samian
Sabtu, 17 Februari 2018
Ali Imron
Mural Ketua Kongres Pemuda Kedua lahir di Tuban, Sugondo Djojopuspito.
TERKAIT:

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban - Di pertengahan bulan Februari 2018, mural (lukisan) wajah tokoh nasional kelahiran Kabupaten Tuban, Jawa Timur, bernama Sugondo Djojopuspito menghiasi tembok sudut kota Tuban tepatnya di Jalan KH. Agus Salim. Karya mural tersebut berhasil dikerjakan oleh para seniman filmaker, dan seniman mural bernama Iwan dan Zainal.

"Kami ingin merespon sudut-sudut kota dengan sentuhan identitas kota dengan mengambar sosok inspirasi," ujar salah satu seniman, Yayan TS, saat dikonfirmasi suarabanyuurip.com, Sabtu (17/2/2018).

Yayan enggan menjelaskan siapa sebenarnya sosok Sugondo itu. Siapapun yang penasaran, bisa langsung mencarinya di dunia maya maupun literasi lainnya. Banyak sumber yang mengupas perjalanan hidup tokoh inspirasi yang wafat di Yogyakarta pada 23 April 1978.

Setelah ditelusuri, ternyata tokoh tersebut lahir di Tuban pada 22 Februari 1905. Sugondo juga merupakan tokoh pemuda tahun 1928 yang memimpin Kongres Pemuda Indonesia Kedua.

Sekaligus menghasilkan Sumpah Pemuda dengan motto Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa Indonesia.

Melalui mural tokoh nasional itu, para seniman berpesan semoga dapat membantu membuat Tuban semakin indah dari sudut kota. Tidak hanya berupa sampah visual komersial, tetapi ada visual yang penuh estetika dan artistik.

Sebenarnya masih banyak tokoh nasional/inspirasi lahir di Tuban, yang ingin seniman letakan di sana. Pihaknya menunggu waktu, apakah pemerintah bisa merespon seni anak muda ini dengan melihat tata kota yang indah dan positif duduk bersama.

"Atau malah membiarkan anak-anak jalanan terus vandal (perusak hasil karya) tanpa kontrol," terangnya.

Apalagi Tuban masih memiliki tembok-tembok bangunan bersejarah kosong, yang sebenarnya bisa di respons positif dengan berbagai hal. Yayan juga mengusulkan, kalau perlu Bupati Tuban pertama sampai terahir juga dimural di tembok itupun kalau ada fotonya.

"Biar bisa belajar kepada pemimpin kota kita, dan jadi destinasi baru identitas kota," pintanya.

Ketua Dewan Kesenian Tuban (DKT), Joko Wahono, menambahkan, mural tokoh Sugondo itu sudah sewa sama yang  memiliki tempat. Mural tersebut untuk keperluan pembuatan film tentang Tuban, yang dibuat seniman Yayan.

"Mereka ingin mengangkat Tuban punya tokoh besar seperti Sugondo Djojopuspito," sergah pria flamboyan itu.

Sebagai petinggi DKT, Joko meminta Pemkab Tuban bisa mengakomodir potensi seniman mural di Tuban. Caranya dengan memberi tempat, media di ruang publik, supaya mereka bisa berekspresi dengan bebas dan bisa dinikmati oleh masyarakat.

"Harus ada media bagi seniman," harapnya.

Menyikapi mural Sugondo, Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Tuban, Sulistiyadi, mengapresiasi karena yang digambar tokoh nasional dan itu positif. Pesan kebangsaan tersebut diyakini mempertebal jiwa nasionalisme siapapun yang melihatnya.

"Kami akui Pemkab Tuban belum bisa menyediakan media bagi seniman mural," bebernya.

Jika ada mural yang membawa pesan negatif, tanpa pandang bulu akan langsung dihapus melalui koordinasi dengan kelurahan dan kecamatan. Sebaliknya, untuk mural di perempatan sebelah Timur Tri Darma itu masih dalam batas toleransi.(Aim)

Dibaca : 740x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan