Rabu, 20 September 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Musim Kemarau, Petani Dihimbau Tak Tanam Padi

Editor: nugroho
Kamis, 19 Juni 2014
totok martono
Sekretaris Dinas PU Pengairan Lamongan, Jupri.

SuaraBanyuurip.com - Totok Martono

Lamongan- Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Kabupapten Lamongan, Jawa Timur, meminta kepada petani untuk tidak menanam padi pada saat musim kemarau yang dipredeksi terjadi mulai Agustus mendatang. Alasannya, berdasar pengalaman tahun-tahun sebelumnya setiap musim kemarau debit air waduk menyusut drastis sehingga tak mampu memenuhi kebutuhan pengairan bagi pertanian.

“Kami himbau para petani agar saat musim kemarau nanti jangan menanam padi atau tanaman yang membutuhan banyak air," kata Sekretaris Dinas PU Pengairan Lamongan, Jupri kepada suarabanyuurip.com, Kamis (19/6/2014).

Menurutnya, sesuai dengan Rencana Tata Tanam Global (RTTG) setelah Musim Tanam (MT) II padi, petani dianjurkan untuk menanam jagung atau tanaman palawija yang kebutuhan airnya relatif sedikit. Hal itu sudah disampaikan kepada semua pengurus himpunan pengelola dan pemanfaat air (HIPPA) dan pihak terkait lainnya.

“Kami harapkan Mereka membantu sosialisasi ke petani agar tidak menanam padi saat musim kemarau karena bisa menyebabkan kerugian besar,“ ujar pejabat asli Plumpang Tuban ini.

Di Kabupaten Lamongan terdapat sekira 18 waduk dan rawa. Diantara waduk besar yang menjadi sumber irigasi ribuan hektar pertanian yaitu Waduk Gondang, Waduk Gempol, Waduk Mojomanis, Waduk Joto dan Waduk Karang Manis.

Namun himbaun Dinas PU Pengairan itu, tampaknya disikapi pasif oleh para petani. Para petani di sekitar waduk mengaku memilih akan tetap menanam padi saat musim kemarau nanti.

“Sudah biasa tanam padi saat kemarau mas. Kalau air waduknya ndak cukup kami menggunakan mesin diesel untuk memompa air dari sumur, “ kata Sujali, petani Desa Kaligerman, Kecamatan Karanggeneng.

Senada diungkapkan Ilyas, petani di Desa Cungkup, Kecamatan Pucuk. “Eman-eman kalau sawahnya dibiarkan bero. Petani di sini juga tidak terbiasa menanam jagung pengganti padi,“ tandasnya. (tok)

Dibaca : 766x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan