Minggu, 19 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Mutu Meningkat, Waktunya Unirow Akuisisi

Editor: samian
Jum'at, 27 Oktober 2017
Ali Imron
PERBESAR NILAI TAWAR : Kemenristek Dikti mendorong Unirow mengakuisisi PT PGRI sekitarnya.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban - Kopertis Wilayah VII Jawa Timur, mengakui jika budaya mutu Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban terus melonjak drastis setiap tahunnya. Dimata Kemenristek Dikti, saat ini waktunya merger atau mengakuisisi Perguruan Tinggi (PT) PGRI di sekitarnya untuk membesarkan gaung Unirow.

"Semua harus tahu setiap tahunnya Unirow terus mengalami peningkatan," ujar Koordinator Kopertis Wilayah VII Jawa Timur, Prof Suprapto, kepada suarabanyuurip.com, Kamis (26/10/2017) kemarin.

Data di Kopertis nilai Unirow terus melesat. Pada 2015 nilai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang beroperasi di Jalan Manunggal Nomor 61 Tuban hanya 176. Berawal dari kondisi yang cukup tertatih-tatih, akhirnya bisa naik pada tahun berikutnya menjadi 256 atau meningkat 80 poin dalam waktu setahun.

"Sedangkan pada 2017 nilai Unirow menjadi 394 ini prestasi yang luar biasa dan sangat melesat," imbuhnya.

Data tersebut diperoleh Kopertis saat melakukan penilaian dari semua sektor. Mulai manajemen pengelolaan aktivitas akademik, hingga kemahasiswaan. Tak kalah menariknya Unirow juga memiliki peringkat yang bagus.

Pada 2015 silam peringkat Unirow, hanya menduduki peringkat 301 dari 303 perguruan tinggi se Jawa Timur. Berkat kerja kerasnya, pada 2016 prestasinya meningkat menjadi 112 se-Jawa Timur. Tak sampai disitu, pada 2017 melonjak di rangking 44 se-Jawa Timur atau kampus nomor satu di Tuban-Bojonegoro.

"Saya yakin tahun depan akan lebih meningkat lagi," tegas Suprapto.

Para wisudawan harus berbangga dengan prestasi kampus. Lulusan tahun ini telah diakui oleh pemerintah. Data para wisudawan juga telah masuk di data Kemenristek Dikti.

Dia mendorong agar masyarakat tak usah risau dengan kabar ada ratusan kampus yang tak bisa mendaftar CPNS. Hal itu kabar lama, dan saat ini Unirow sudah sehat dan bagus.

"Para orang tua tidak usah resah," pintanya.

Dilain sisi, Direktur Kelembagaan Pendidikan Tinggi, Ditjen Kelembagaan Iptek dan Dikti, Kemenristek Dikti, Dr. Totok Prasetyo, B.Eng., M.T, menyarankan Unirow untuk segera mengakuisisi kampus PGRI di sekelilingnya. Selain memperbesar nilai tawar kampus, juga menyelamatkan kampus yang setengah sehat.

"Kampus yang setengah hidup perlu diakuisisi dan saya rasa Unirow mampu," sambung Totok.

Perihal merger, Kemenristek Dikti menyerahkan semuanya kepada yayasan PGRI Tuban dan pihaknya berjanji mempermudahnya. Ada empat syarat untuk merger atau mengakuisisi kampus sekitarnya, mulai memiliki legalitas, finansial sehat, punya dosen dan mahasiswa.

Menyikapi saran dari Kemenristek Dikti, Ketua Yayasan PPL PT PGRI Tuban, Totok Suprihatin, menyambut baik hal tersebut. Ada beberapa pertimbangan yang mesti dilakukan, sebelum merger dilakukan.

"Kalau finansial Unirow sehat tinggal antisipasi hitung-hitungan permintaan jabatan saja waktu merger," sergahnya.

Informasi yang dihimpun dari lapangan, belakangan ini ada dua kampus PGRI di Lamongan dan Bojonegoro yang meminta diakuisisi oleh Unirow. Permintaan tersebut untuk membesarkan nama Unirow di tingkat Regional bahkan Nasional. (Aim)

Dibaca : 267x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan