Rabu, 24 Oktober 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Penemuan Goa di Area Tambang Kart Tuban

Nasib Goa Kearah Wisata atau Wilayah Konservasi

Editor: samian
Selasa, 07 Agustus 2018
Ali Imron
PETAKAN GOA : Spot foto paling bagus dalam Goa, diambil saat pemetaan ASTAGA dan Mahipal.

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban - Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein, menekankan goa yang tak sengaja ditemukan di Dusun Krajan, Desa Jadi, Kecamatan Semanding harus melalui serangkaian proses sebelum dijadikan objek wisata maupun wilayah konservasi. Peninjauan ini dalam rangka mengumpulkan data secara topologi, geologi maupun kajian lingkungan.

“Perlu dilakukan kajian pada goa yang memiliki panjang 214 meter dengan lebar dinding mencapai 15 meter,” ujar Wabup Noor Nahar, kepada suarabanyuurip.com, disela-sela meninjau goa di bawah tambang kapur, Selasa (07/8/2018).

Wabup dua periode ini, menginstruksikan agar keberadaan goa ini harus diamankan. Baik Pemerintah Desa, aparat, maupun masyarakat umum. Untuk sementara waktu, penambangan di atas goa harus dihentikan sebelum ada rekomendasi lebih lanjut.

Terkait dengan lokasi goa yang berada di lahan warga, Noor Nahar akan membicarakannya setelah semuanya ada kejelasan dari lembaga terkait. Baik dari aspek geologi ataupun konservasi lahan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) akan mendata luasan areal goa. Dilanjutkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama stakeholder dan tenaga ahli, akan membuat peta dan skema areal goa. Sekaligus lokasi yang dilarang untuk melakukan aktivitas penambangan.

Hal ini dilakukan mengingat banyak warga yang melakukan aktivitas penambangan di lokasi sekitar goa. Dikhawatirkan terjadi longsor yang dapat memakan korban jiwa.

“Larangan ini didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan logis dari berbagai studi,” terang pria kelahiran Kecamatan Rengel ini.

Mantan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Tuban ini menambahkan, Pemkab juga akan bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan pakar geologi nasional. Dengan harapan dapat ditentukan langkah-langkah selanjutnya, yang mengacu pada kajian ilmiah.

Bila dinyatakan layak sebagai objek wisata, Pemkab akan mendukung penuh pengembangan destinasi wisata goa tersebut. Goa yang ditemukan secara tidak sengaja tersebut berada di areal penambang batu kumbung (karst) milik salah seorang warga Desa Jadi yang didalamya ada stalagtit dan stalagmit menjadi kekhasan dari gua ini.

“Goa ini belum pernah terjamah tangan manusia, jadi benar-benar alami dan perawan,” jelasnya.

Sudariono warga Desa Jadi, penemu goa sekaligus pemilik areal tambang menceritakan kronologi penemuan goa tersebut. Pada awalnya, tengah menambang seperti biasanya. Saat memotong batu kumbung, tiba-tiba muncul lubang yang menghembuskan angin dari dalam.

Bersama dengan penambang lain, Sudariono membuat lubang yang lebih besar yang digunakan sebagai pintu masuk. Selanjutnya, ketika turun ke dalam Sudariono terkejut melihat kondisi goa yang memiliki stalagmit dan stalagtit yang menjulang hingga menyentuh atap goa.

Hasil pemetaan dari Asosiasi Wisata Goa Indonesia (ASTAGA) bekerjasama dengan Mahasiswa Pecinta Alam (Mahipal) Unirow Tuban, menyebutkan, di dalam goa ini terdapat ornamen langka yang tidak ditemukan di goa lainnya. Goa tersebut berada pada ketinggian 97 mdpl dengan koordinat 06056’18.3” S 1110 59’52,7 E.(Aim)

Dibaca : 1366x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan