Sabtu, 18 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Nelayan Ancam Gelar Aksi

Editor: samian
Jum'at, 18 Desember 2015

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban - Sejumlah nelayan Desa Karangagung, Kecamatan Palang, Tuban, Jawa Timur, mengancam akan menggelar aksi kembali, terhadap pihak Joint Operating Body Pertamina petrochina East Java (JOB PPEJ). Ancaman tersebut lantaran sampai saat ini nelayan setempat, belum menerima bantuan jaring dan tambat labuh dari perusahaan.

“Kami sudah sabar menunggu bantuan dari JOB PPEJ,” kata Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Tuban, Sukarji, kepada Suarabanyuurip.com, ketika ditemui di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Karangagung, Palang, Jumat (18/12/2015).

Sebelumnya Pihak JOB PPEJ berjanji memberikan bantuan tersebut paling lambat bulan Desember 2015, namun sampai pertengahan bulan belum ada kejelasan dari perusahaan.

Bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) tersebut, sebagai ganti rugi atas jaring nelayan yang tersangkut pipa JOB PPEJ beberapa waktu lalu. Sedangkan tambat labuh berfungsi melindungi perahu nelayan menjelang musim baratan tiba.

“Nelayan tidak minta banyak, asalkan cepat terealisasi,” imbuhnya.

Pihaknya menilai pihak JOB PPEJ mengulur waktu pemberian bantuan, padahal beberapa waktu lalu perwakilan perusahan sudah sering melakukan komunikasi terhadap nelayan setempat.

“Jangan salahkan nelayan kalau sampai beraksi,” ujarnya.

Secara terpisah, Field Adminitration JOB PPEJ Tuban, Akbar Pradima, mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu proses adminitrasi dari nelayan Desa Karangagung, Palang.

Beberapa kali tim lapangan sudah diterjunkan ke Palang, untuk berkomunikasi dengan nelayan, tokoh masyarakat, dan HNSI setempat.

“Tim JOB PPEJ sudah intens komunikasi dengan nelayan,” sambungnya.

Pihaknya berharap, proses pencairan dana CSR dapat sesuai aturan, sehingga dana tersebut dapat dipertangungjawabkan sesuai dengan adminitrasi saat diaudit.

“Dana sudah siap, namun harus sesuai aturan agar auditable,” pungkasnya. (Aim)

Dibaca : 749x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan