Kamis, 18 Oktober 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Ngloram Masuk Target Revitalisasi Transportasi Udara

Editor: nugroho
Selasa, 14 Januari 2014

SuaraBanyuurip.com - Ali Musthofa

Blora- Provinsi Jawa Tengah terus gethol menyiapkan infrastruktur transpotasi udara yang ada di wilayahnya. Empat bandar udara (bandara) di Jawa Tengah saat ini menjadi target untuk dilakukan revitalisasi.

Adapun keempat bandara itu adalah Bandara Internasional A Yani Semarang, Bandara Dewandaru di Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Lapangan Terbang (Lapter) Ngloram, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora dan Bandara Wirasaba di Kabupaten Purbalingga.

Kepala Dinas Perhubungan Kominikasi dan Informasi Jateng, Urip Sihabudin, mengatakan, selain Bandara Internasional A Yani Semarang, ketiga bandara lainnya saat ini dalam proses revitalisasi. Diharapkan dengan revitalisasi itu bandara tidak hanya didarati pesawat carteran kecil jenis Cassa, sehingga dapat melayani jumlah penumpang yang lebih banyak.

"Paling tidak pesawat komersil lebih besar dengan kapasitas penumpang diatas 40 orang bisa mendarat,"kata Urip.

Dia megatakan, salah satu bandara yang sedang dirumuskan untuk dilakukan revitalisasi dan pengembangan adalah lapangan terbang (Lapter) Ngloram, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora yakni pembebasan lahan seluas 60 hektare.

Dijelaskan Urip, nantinya selain menjadi bandara komersil, pengembangan bandar udara ini juga mendukung kegiatan pusat pendidikan dan latihan (Pusdiklat) Migas Cepu dan industrialisasi migas Blok Cepu.

"Anggaran pembebasan tanah ditanggung pemerintah pusat yang dialokasikan pada Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM," imbuhnya.

Luasan pembebasan lahan itu untuk penambahan panjang landasan pacu pesawat (runway) dari 900 meter menjadi 2.200 meter."Jika pembangunan lancar, maka tahun 2015 bandara ini sudah dapat beroperasi," tambahnya.(ali)

Dibaca : 943x
FB
Ada 2 komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Selasa, 14 Januari 2014 13:44
Seharusnya pak yoto melobi menteri perhubungan dengan meyakinkan dan menjelaskan potensi2 serta prospek membangun bandara di bojonegoro kedepan. Jangan menyerah pak nyoto, bila perlu pak menteri beri solar dari TWU 6 ribu barrel biar melek matanya atow bayar Uya Kuya utk menghipnotis pak menterinya. Jelas rugi lho jika bandara tdk dibangun di bgoro, keenakan daerah lainya karena otomatis dgn adanya bandara daerah tsb menjadi ramai dan pesat ekonominya. Jelas-jelas ini tdk menguntungkan bagi bojonegoro, secara tdk langsung pak menterinya menantang Angling Dharmo..........hehehehehe!!!!!!!
Assidqou
Selasa, 14 Januari 2014 13:30
Wuihh asem kecut, mbrengsek, di kongkon nggawe neng bgoro malah ra gelem. Petho tenan pak mentrine, ayo kang yoto ojok putus asa, maju terus tetep usul gawe bandara. Cepu kuwi opo, kawit biyen nyedot migas teko wonocolo, ngenakno cepu thok. Saiki wis gak usah sungkan-sungkanan, hotel, plat motor, gawe rekening bank ojok neng cepu, nyugehno cepu wae. Otonomi daerah bojonegoro kudu maju, titik. Kawit jaman biyen kok dadi kalahan terus, asem.
Jero bancik
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan iklan
iklan