Kamis, 13 Desember 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Nilai Merah Mengintai OPD Tuban

Editor: samian
Sabtu, 14 April 2018
Ali Imron
Kabag Humas dan Protokol Setda Tuban, Rohman Ubaid.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban - Ada nilai merah yang akan diterima Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari Bupati Tuban, Jawa Timur, Fathul Huda, jika tahun ini Bumi Wali (sebutan lain Tuban) gagal mewujudkan Kabupaten/kota Layak Anak (KLA).

Ancaman tersebut mengintai karena sejak tahun 2013 lalu, pemerintah sudah memfasilitasi Peraturan Daerah (Perda) perlindungan anak dan perempuan sebagai acuannya.

“Pak Bupati Fathul Huda ingin tahun ini KLA terwujud,” ujar Kabag Humas dan Protokol Setda Tuban, Rohman Ubaid, saat dikonfirmasi suarabanyuurip.com, melalui pesan singkatnya, Sabtu (14/4/2018).

Bagaimanapun caranya, semua OPD terkait yang dikoordinatori oleh Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) harus mewujudkan keinginan itu. Waktu lalu, Bupati dua periode juga geram karena dari 38 Kabupaten/kota se-Jatim, Tuban termasuk kabupaten terakhir yang tak pernah menerima penghargaan KLA.

Saat launching Tuban menuju KLA pada November 2017 lalu, Bupati juga mempertanyakan apa saja yang dikerjakan OPD sejak tahun 2013 sampai 2017 sampai tidak ada penghargaan. Hal ini membuktikan banyak instansi yang tidak serius menjalankan program kerjanya.

Terpisah, Kepala Dinsos P3A Tuban, Nurjannah, mengaku, persiapan KLA baru sebatas tahap seleksi administrasi. Untuk berapa dukungan Anggaran Pemdapatan dan Belanja Daerah (APBD), perempuan berkacamata ini belum bisa merincikannya.

“Tak ada alokasi APBD secara khusus karena KLA ditopang beberapa OPD,” sergahnya.

Dalam hal ini, Dinsos P3A hanya ditugaskan sebagai koordinator. Sedangkan stake holder lain seperti Dinas Pendidikan, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP), RSUD Koesma, maupun Polres Tuban juga memiliki program KLA.

“Jadi anggarannya ada di setiap stakeholder,” terangnya.

Tuban menjadi KLA sangat diidamkan oleh Forum Anak Ronggolawe (FAR) Tuban. Ketua FAR, Isabella Putri Almasya, mengaku, sudah dilibatkan dalam Musrembang RKPD waktu lalu, dan sepertinya ada sedikit anggaran untuk organisasinya. Untuk jumlahnya belum diketahui, karena masih ada sidang lanjutan dari Musrembang tersebut.

“Kalau untuk dukungan APBD kemungkiann ada,” ucap dara yang masih belajar di SMAN 2 Tuban jurusan IPS ini.

Untuk di 2018 ini, FAR di awal bulan sudah membuat program kerja. Kendati demikian, belum ada kegiatan yang benar-benar ditekuni atau yang menjadi fokusnya. Dikarenakan anggota dari forum anak Tuban, kebanyakan sudah kelas 3 SMP, dan 3 SMA.

“Jadinya masih fokus ujian dulu baru setelah itu melaksanakan beberapa kegiatan yang sudah direncanakan,” pungkas Isabella yang lahir di Gresik ini.(Aim)

 

 

Dibaca : 632x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>