Senin, 16 Juli 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Nyaleg dan Petani

Editor: nugroho
Minggu, 01 Juli 2018
Suarabanyuurip.com
Didik Wahyudi

SuaraBanyuurip.com

Oleh : Didik Wahyudi

USAI hiruk pikuk Pilkada Bojonegoro, ada tahapan pertarungan politik lanjutan yang sudah menanti. Para pemilih akan dihadapkan banyak pilihan nama-nama saat pemilu legislatif bersamaan dengan pilpres. Untuk Pilpres sudah banyak analisa yang bertebaran ada nama Jokowi, Gatot, Amin, Bowo dan lain sebagainya. Tapi ada pertanyaan menarik soal Pilpres jika Jokowi tidak diusung PDIP bagaimana ? Karena elit penguasa partai sepertinya akan mempertahankan trah Soekarno seperti contoh yang sudah dilakukan di Pilgub Jatim dengan mengusung Puti.

Untuk Pileg Bojonegoro ada beberapa kolega muda yang mencoba peruntungan merebut kursi DPRD dan saya mendukung sepenuhnya. Politisi muda patut didukung penuh sebab progresif meski sesekali meletup, kursi DPRD Bojonegoro patut dikuasai oleh politisi muda karena saya menemui politisi tua kadang banyak diamnya atas segala persoalan di Bojonegoro. Mereka memilih hidup aman di politik dan itu njelehi banget lebih baik daftar jadi penjaga kubur.

Di pundak politisi muda ada harapan membawa perubahan tapi tentu tidak semuanya begitu, ada yang busuk juga. Politisi muda yang busuk akan tenggelam cepat dan tak berumur lama di politik. 

KPU Bojonegoro sudah menyampaikan pengumuman pendaftaran bakal calon sampai 17 Juli dan semua partai belum memenuhi quota. Harapannya quota yang belum terpenuhi itu diisi politisi muda yang dinamis yang belum teracuni politisi tua nan busuk atau teracuni politisi muda nan busuk. Dan menurut saya politisi muda yang baik dan patut didukung sepenuhnya adalah politisi muda yang mempunyai visi terhadap Bojonegoro ke depan lebih baik.

Menurut saya politisi muda yang bervisi baik adalah politisi muda yang memandang Bojonegoro berdasar potensi riil dan patut dikembangkan. Salah satunya adalah petani, datanya dan fakta riilnya jumlah rumah tangga petani mencapai 69% dari total jumlah keluarga di Bojonegoro. 

Pertanian di Bojonegoro menyerap tenaga kerja terbanyak, pertanian menjadi tulang punggung banyak keluarga di Bojonegoro dan inilah yang patut menjadi perhatian para politisi muda untuk mempengaruhi kebijakan pemerintah dalam pertanian. 

Maka harapannya adalah siapa saja calon caleg yang kelak dalam kampanyenya akan memperjuangkan pertanian maka patut dicoblos, jika dalam kampanye tidak menyebut sama sekali pertanian maka abaikan saja, jangan dicoblos. Kalau perlu bikin gerakan jangan coblos caleg si anu dari partai manapun sebab dalam kampanyenya tak menyebut petani dan pertanian. 

Saya sebagai pemilih akan mempertimbangkan bikin gerakan tersebut dan mengajak semua orang melakukannya untuk memilih caleg yang memikirkan pertanian dan petani, kampanye dari pemilih. Dan saya ndak nyaleg pada pileg 2019 tapi akan mendukung sepenuhnya politisi muda untuk maju tampil merebut kursi DPRD dengan visi pertanian, dari partai manapun. 

Ini penting sebab siapapun kamu akan tetap makan nasi, siapakah yang menanam padi hingga kamu bisa makan ? Dari keringat petani. Kau politisi, kau pemuda milenial, kau kontraktor, kau bupati, kau anggota dprd, kau tukang bakso, kau pedagang, kau kepala dinas, kau seniman, kau penulis, kau wartawan, kau aktifis, kau pegiat lsm, kau menteri tetap saja semua makannya nasi. Lalu siapa yang menanam padi ? Petani, kau bisa makan berkat kerja para petani. Tiap kali makan siapakah yang ingat petani ? Coba tanyakan pada diri sendiri.

Penulis adalah pegiat kebudayaan dan juga mantan wartawan (2004 - 2014).

 

 

Dibaca : 301x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan