Senin, 24 September 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Oknum Wartawan Abal-abal Tak Perlu Diberi Ruang

Editor: samian
Senin, 16 April 2018
Ali Imron
JUMPA PERS : PWI Tuban dan RPS saat menggelar jumpa pers bersama Humas Setda Tuban bahas tentang oknum wartawan abal-abal.
TERKAIT:

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban-  Ada sebuah konsekuensi besar bagi siapapun yang sengaja atau tidak sengaja memberi ruang, oknum yang mengaku wartawan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Sekecil apapun ruang atau kesempatan itu, suatu saat akan menjadi buah simalakama bagi lingkungan sekitar.

Pesan itu disampaikan Ketua Ronggolawe Pers Solidarity (RPS), Khoirul Huda, dan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tuban, Pipit Wibawanto, kepada Bagian Humas dan Protokoler Setda Tuban, dalam acara jumpa pers di lapangan Gajah Futsal Kelurahan Perbon, Kecamatan Tuban, Senin (16/4/2018).

"Jangan sekali-kali beri ruang ke mereka," tegas Khoirul Huda yang menjadi wartawan di media Harian Bhirawa itu.

Sejatinya kedatangan seorang jurnalis menemui nara sumber hanya sebatas konfirmasi, dan meminta data terkait temuan di lapangan. Selain itu, tidak dibenarkan memaksa nara sumber yang enggan menjawab konfirmasi apalagi sampai mengancam dan memerasnya.

Untuk mewujudkan peran pers sebagai bagian dari empat pilar demokrasi, perlu dukungan dan kesadaran dari semua stakeholder termasuk masyarakat. Sekalipun pers itu bebas dan dilindungi Undang-undang (UU) Nomor 40 tahun 1999, tapi harus mau memberikan hak jawab, maupun hak koreksi. Sekaligus dilarang semena-mena, dan mengabaikan Kode Etik Wartawan Indonesia (KEWI) maupun Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

“Pesan saya jangan takut menghadapi wartawan jika anda benar,” tegas Huda sapaan akrabnya.

Banyaknya pihak yang diperas oleh oknum wartawan belakangan ini, membuat Huda risih dan gerah. Harapannya laporan dan bukti ini menjadi catatan bagi Bagian Humas sebagai juru bicara dari Pemkab Tuban.

Sebagai pimpinan organisasi wartawan lokal, Huda meminta Pemkab untuk tidak memberikan perhatian apapun ke oknum tersebut. Apabila masih ada perhatian, tentu mereka akan lebih leluasa menyalahgunakan profesi pers.

“Kami tidak terima dan risih jika ada yang mengaku wartawan tapi ujungnya memeras,” tandasnya.

Senada disampaikan Ketua PWI Tuban, Pipit Wibawanto. Dia berkali-kali mendapat kabar, jika kehadiran oknum wartawan di Bumi Wali (sebutan lain Tuban) sudah meresahkan masyarakat. Disinilah butuh sebuah kecerdasan bagaimana menyambut kehadiran seorang wartawan itu.

“Ciri khas oknum wartawan abal-abal akan bertanya seputar keuangan/anggaran dan mencari celah kesalahannya,” jelasnya.

Sebagai contoh di Desa Bringin, Kecamatan Montong kemarin. Ada berita tentang proyek jalan desa, tanpa konfirmasi dan koordinasi dengan kepala desa. Parahnya oknum ini dikira oleh Pemerintah Kecamatan Montong sebagai anggota PWI. Seketika itu langsung saya tepis dan tegaskan, jika yang bersangkutan bukan anggota organisasi PWI.

“Masih banyak contoh diantaranya di Kelurahan Karangsari, dan Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Cabang Tuban,” sergah pria yang hobi bermain musik ini.

Menyikapi hal itu, Kabag Humas dan Protokoler Setda Tuban, Rohman Ubaid, berterimakasih atas masukan dan saran dari RPS dan PWI terkait maraknya oknum wartawan di Tuban. Dalam hal ini, Pemkab akan lebih selektif lagi terhadap oknumnya. Evaluasi akan terus dilakukan, utamanya dalam kerjasama pemberitaan sesuai domainnya.

“Kalau menolak kami tidak bisa, tapi bisa mengevaluasi mana wartawan yang kredibel dan berkualitas,” sergah Mantan Camat Jenu.

Soal kabar pemerasan, Ubaid tak menampiknya. Secara pribadi dia pernah mengalami sendiri, bagaimana ruwetnya menghadapi oknum tersebut. Secara lembaga mereka tak masalah, tapi etika personalnya yang patut dipertanyakan.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan berkoordinasi dengan setiap kecamatan untuk mengadakan sosialisasi terhadap para kades dan tokoh masyarakat. Upaya edukasi ini, untuk memberikan pemahaman bahwa wartawan butuh informasi bukan sekedar uang transport. (Aim)

 

 

Dibaca : 573x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan iklan
iklan