Kamis, 18 Januari 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Ombak Besar Merenggut Satu Nelayan

Editor: samian
Kamis, 11 Januari 2018
Ali Imron
BENCANA ALAM : Nelayan Pabeyan gotong royong menepikan perahu yang pecah diterjang ombak.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban - Ombak besar yang melanda Kabupaten Tuban, Jawa Timur, hari ini telah merenggut nyawa seorang nelayan Desa Pabeyan, Kecamatan Tambakboyo bernama Wahono. Musibah ini sangat disayangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, karena sebelumnya sudah memberikan peringatan dini melalui media massa dan sosial.

"Sekitar pukul 07:15 WIB tanda-tanda ombak besar mulai ada," ujar seorang nelayan Pabeyan, Mu'imat, kepada suarabanyuurip.com, usai menarik perahu bersama belasan nelayan lain di pantai Pabeyan, Kamis (11/1/2017).

Fenomena alam seperti ini, baru sekali terjadi di pesisir wilayah operasi semen Holcim. Catatan sementara relawan Tambakboyo, ada 40 perahu tenggelam dan delapan diantaranya rusak parah. Pemilik perahu tersebut adalah nelayan Desa Sobontoro, Kenanti, Tambakboyo, Pabeyan, dan Gadon.

Dari puluhan nelayan Pabeyan yang ada, beruntung hanya sebagian kecil yang melaut termasuk Wahono. Lainnya libur melaut, karena menghormati ada nelayan yang memiliki hajat mantenan.

Disaat puncak gelombang pada pukul 08:00 WIB, semua nelayan langsung berjibaku menyelamatkan perahu yang belum menepi. Diantara perahu yang rusak parah tidak bisa dipakai, yakni milik Ketua Rukun Nelayan (RN) Pabeyan, Ngatmin.

Selain mengandalkan informasi di media sosial, nelayan setempat juga sering komunikasi dengan Kamla Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Kabar terakhir, gelombang besar akan terjadi pada hari Jumat besok pukul 14:24 WIB. Entah apa penyebabnya, ombak besar justru datang lebih cepat.

"Biasanya akurat infonya tapi ini lebih cepat ombaknya," jelas pria bertubuh gempal itu.

Di tempat yang sama, relawan Tambakboyo, Saiful Ahbab, membenarkan ada musibah gelombang besar yang melanda wilayahnya. Banyak perahu yang tenggelam dan rusak, bahkan satu nelayan meninggal saat hendak pulang melaut.

"Korban yang meninggal sempat dirawat di puskesmas dan dirujuk ke RSUD Koesma Tuban," sambung pria ramah ini.

Saiful sapaan akrabnya kurang tau persis kronologi korban meninggal. Kabar yang diterimanya setelah dihantam ombak, perahu korban terbalik dan tenggelam.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Joko Ludiono, langsung menerjunkan timnya ke lokasi. Selama ini Pemkab Tuban rutin mengupdate informasi cuaca dan gelombang, yang bersinergi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Perkembangan cuaca biasanya diinfokan melalui media yang ada seperti media cetak, media sosial, dan media rukun nelayan. Selain itu juga melalui dinas kelautan, dan relawan.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Tuban, Jawa Timur, Desindra Deddy Kurniawan, meminta nelayan di Bumi Wali (sebutan lain Tuban) untuk mewaspadai gelombang besar selama tiga hari ke depan. Update sementara tinggi gelombang kisaran 1,25 sampai 2,5 meter.

"Gelombang tinggi mulai hari ini," sergahnya.

Camat Tambakboyo, Didik Purwanto, setelah membuka acara Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Ansor langsung ke lapangan untuk singkronisasi laporan korban bencana perahu tenggelam di wilayahnya. Hasilnya ada tujuh nelayan Pabeyan yang perahunya rusak, mulai dari badan perahu rusak sampai mesinnya pecah. (Aim)

 

Dibaca : 3185x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan
iklan