Sabtu, 23 Maret 2019
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Ongkos Angkat Angkut Minyak Sumur Tua Merosot

Editor: samian
Senin, 14 Januari 2019
Ahmad Sampurno
Sumur tua di lapangan Ledok Kecamatan Sambong yang dikelola oleh Perkumpulan Penambang Minyak Sumur Timba (PPMST).

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Tarif angkat angkut minyak sumur tua awal tahun 2019 mengalami penurunan. Menyusul harga minyak dunia menurun dan berpengaruh pada harga Minyak Mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ ICP). Selama dua bulan terakhir, ongkos angkat angkut yang dibayarkan kepada Koperasi Unit Desa (KUD) maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) merosot atau turun cukup drastis.

Untuk diketahui, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah merilis keputusan harga minyak mentah Indonesia selama dua bulan terakhir. Adapun bulan November 2018 ICP Cepu turun menjadi US $59,35 per barel dari bulan Oktober US $73,79 per barel. Lalu pada bulan Desember 2018 turun lagi menjadi US $ 50,96.

Sementara dalam penentuan tarif angkat angkut pemerintah melalui Pertamina EP telah membuat rumusan untuk menentukan tarif ongkos angkat angkut per liter minyak mentah. Yakni,70% dikalikan ICP Cepu kemudian dikalikan Kurs Tengah rata-rata perbulan BI baru dibagi 158,987 liter (1 Barel).

Menurut Christian Prasetya, Direktur Utama BUMD Blora PT Blora Patra Energi (BPE), tarif angkat dan angkut minyak mentah yang dibayarkan ke KUD dan BUMD bulan Desember 2018 sebesar Rp3.805,45 per liter. Turun sebesar Rp. 319,55 dibanding tarif bulan sebelumnya.

Sementara, tarif angkat dan angkut minyak mentah yang dibayarkan ke KUD dan BUMD Bulan Januari 2019 sebesar Rp3.217,69 per liter.

“Tarif bulan ini turun sebesar Rp587,76 dibanding tarif bulan sebelumnya,” ungkapnya, kepada Suarabanyuurip.com, Senin (14/1/2019).

Supraptono, Ketua Perkumpulan Penambang Minyak Sumur Timba (PPMST) Desa Ledok, Kecamatan Sambong, hanya bisa pasrah dengan penurunan tarif tersebut.

“Ya, mau bagaimana lagi. Kondisinya memang seperti ini, kami tidak mungkin menurunkan produksi,” ujar Suprat sapaan akrabnya.(ams)

Dibaca : 460x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>