Senin, 19 Agustus 2019
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Operator Migas di Bojonegoro Diminta Latih Warga Lokal

Editor: nugroho
Jum'at, 30 November 2012

SuaraBanyuurip.com - Ririn W

Bojonegoro - Tim Optimalisasi Kandungan Lokal Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, meminta kepada operator migas Lapangan Banyuurip Blok Cepu, Mobil Cepu Limited (MCL) untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat lokal yang memiliki potensi.

Wakil Ketua Tim Optimalisasi Kandungan Lokal, Nono Purwanto mengatakan, pelatihan kepada masyarakat lokal ini bentuk kontribusi MCL sebagai perwujudan ketaatan terhadap Peraturan Daerah (Perda) No.23/2011 tentang Konten Lokal. Sehingga masyarakat lokal memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan sebagai bekal masa depan mereka.

"Kalau memang masyarakat lokal tidak memenuhi syarat atau kualifikasi untuk terlibat pekerjaan, sebaiknya operator memberikan training saja. Mungkin bisa di bidang industri, tekhnik atau yang bersertifikasi sebagai modal untuk bekerja," tegasnya.

Pria yang menjabat Asisten II Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Bojonegoro ini enekankan, pemberian pelatihan kepada masyarakat lokal itu tidak hanya dilakukan MCL. Melainkan semua operator migas yang beroperasi di wilayah Bojonegoro seperti Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ), operator migas Sumur Sukowati, Blok Tuban dan Pertamina EP, operator sumur migas Tiung Biru, Blok Gundih.

"Selama ini pelatihan yang diberikan belum dilakukan secara maksimal. Karena itu kami berharap agar segera memberikan training sebagai bekal masyarakat Bojonegoro menyongsing era industrialisasi migas ini," tukas Nono.

Dikonfirmasi terpisah, Field Public Government Affair and Manager MCL,Rexy Mawardijaya menyatakan, jika saat ini pihaknya telah menyiapkan program pelatihan tersebut dengan menggandeng badan pelatihan seperti BLK ( Balai Latihan Kerja) atau Pusdiklat Cepu.

"Nanti kerjasamanya antara MCL dengan badan pelatihannya itu. Karena kita sifatnya hanya memfounding saja. Bentuknya seperti apa, dikoordinasikan dengan BUMD yaitu PT BBS dan Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos)," tegasnya.

Rexy menegaskan, pelatihan yang akan diberikan tersebut tidak menjamin bahwa pesertanya bisa langsung terlibat dalam proyek migas. Sebab pelatihan ini bertujuan memberikan bekal kepada masyarakat Bojonegoro agar dapat bersaing didunia kerja saat ini. Apalagi, kata dia, kebutuhan proyek bisa berubah setiap waktu.

"Karena tidak semua orang ingin kerja di proyek migas kan? Ada juga yang ingin bekerja di luar Bojonegoro, atau ingin buka lapangan pekerjaan. Dan itu lebih baik," kata Rexy menerangkan.
Ada beberapa jenis pelatihan yang akan dilaksanakan MCL diantaranya scaffolding (tenaga perancah pipa), welder (tukang las), pertukangan atau yang lainnya.

"Saat ini sedang dalam proses pematangan proposal dari BLK,mereka akan mengajukan pelatihan dibidang apa saja dan peserta yang diberikan oleh BUMD juga Disnakertransos,"jelasnya.

Dirinya berharap pada Desember 2012 pelatihan tersebut bisa berjalan.  Untuk tahap awal akan dibuka satu kelas dahulu. Namun apabila kedepan masih ada kesempatan maka akan terus diadakan pelatihan serupa. (rin)

Dibaca : 1694x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan