Kamis, 16 Agustus 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Paguyuban Angkot Tuban Berencana Demo di Tiga Titik

Editor: samian
Selasa, 07 Agustus 2018
Ali Imron
Salinan surat pemberitahuan demo yang diperoleh SuaraBanyuurip.com.
TERKAIT:

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban - Paguyuban pengemudi dan pemilik Angkutan Kota (Angkot) Lyn A, B, dan C berencana melakukan unjuk rasa di tiga titik pada Kamis (9/8/2018) untuk menemui Bupati Tuban, Fathul Huda, Kapolres AKBP Nanang Haryono, dan Ketua DPRD, Miyadi.

Alasannya karena turunnya jumlah penumpang, dan pendapatan seiring maraknya transportasi online dan Angkutan Lingkungan (Angling) Ronggo Trans yang baru dilaunching pada Jumat (27/7) waktu lalu.

“Kami akan demo mulai pukul 08:00-12:00 WIB,” ujar Sekretaris Paguyuban Angkot, M Ihsan Hadi, melalui salinan surat yang diterima suarabanyuurip.com, Selasa (7/8/2018).

Ihsan sapaan akrabnya, menjelaskan menurunnya pendapatan juga dirasakan angkutan becak dan MPU. Khusus Angkot, biasanya pendapatan per hari Rp60 ribu sekarang turun menjadi Rp30 ribu. Turun 50% ini dirasakan setelah maraknya transportasi online ditambah bajaj Angling.

Pelaku usaha jasa angkutan juga menilai, kalau Pemkab Tuban tidak melestarikan dan memperdayakan angkot pada khusunya. Apabila peduli, tentu tidak memberikan izin kepada transportasi lain beroperasi di wilayah kota.

“Yang ikut demo sebanyak 75 orang dengan membawa 50 unit,” jelasnya.

Mendengar rencana aksi paguyuban Angkot, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tuban, Murtadji, langsung melakukan koordinasi dengan semua stakeholder termasuk perwakilan paguyuban Angkot. Apakah demonya di Dishub atau dimana, pihaknya belum tahu.

“Intinya tanggal 9 Agustus besok mereka demo,” terang Muji sapaan akrabnya.

Mantan Camat Soko ini, mengaku tidak bisa membendung keberadaaan transportasi online maupun angkutan lingkungan Ronggo Trans. Dikarenakan kebutuhan masyarakat Bumi Wali menuntut ke arah sana. Misalnya keluar masuk gang, sekarang tidak bisa diakomodasi becak. Dihitung efisiensi waktu, masyarakat juga mulai tak sabar jika harus menunggu Angkot di tepi jalan. Untuk menangkap kebutuhan tersebut, munculah transportasi online maupun Angling.

Dalam pertemuan dengan paguyuban Angkot, Muji hanya mendapatkan pernyataan lisan soal penurunan pendapatabn. Data secara riil belum diberikan paguyuban, begitupula Dishub selama juga belum mendata hal tersebut.

“Terpenting bagi Dishub bisa menyediakan angkutan yang layak, mudah, dan murah,” terangnya.

Dimanapun namanya sebuah persaingan selalu ada. Baik usaha transportasi, atau penyedia jasa lainnya itu wajar. Oleh karena itu, disarankan semua penyedia jasa angkutan meningkatkan pelayanannya. Sekaligus menjaga image yang baik.

Catatan Dishub Tuban, ada 50 unit Angkot yang beroperasi di Kabupaten Tuban. Untuk Angkot warna kuning jumlahnya 30 unit, warna hijau 10, dan warna merah 10 unit.

Lebih dari itu, Dishub juga ikut andil memerangi angka kecelakaan yang terus melambung. Rata-rata didominasi pengguna motor belum cukup umur, dan biasanya ibu-ibu yang buru-buru.

“Makanya harus ada solusi angkutan lingkungan representatif. Sekaligus bisa menurunkan angka kecelakaan itu,” tambahnya.

Perwakilan BUMD PT Ronggolawe Sukses Mandiri (RSM) Tuban selaku pemilik Angling Ronggo Trans, Mundlir, menjelaskan yang didemo paguyuban Angkot sudah ranahnya kabijakan, sehingga domainnya ada di Dishub. Sedangkan PT RSM hanya sebagai pelaksana kebijakan dan pengelolaan.

Andai kata ada yang salah dengan sopir sesuai kesepakatan bersama, PT RSM siap dikomplain paguyuban Angkot. Selama ini driver Angkling selalu on the track, sesuai aturan yang ada. Masalah kebijakan ini pangkalnya ada di Dishub.

Soal komunikasi pihaknya sudah melakukannya. Jauh sebelum terbitnya Perbup, dan program Angling, beberapa kali sudah dilakukan rapat koordinasi bersama forum lalu lintas.

Apabila paguyuban Angkot menyoal pendapatannya menurun 50%, tentu harus disertai data riil. Penyebabnya bukan karena Angling Ronggo Trans, melainkan maraknya transportasi online.

“Dari 10 bajaj sekarang yang beroperasi hanya 5 unit. Itupun sesuai Perbup dan kesepakatan koordinasi forum lalu lintas,” terangnya.

Lima bajaj tersebut dirasa tidak mempengaruhi pendapatan Angkot. Dikarenakan selama ini konsumennya ada di perumahan-perumahan, dan tidak pernah ambil di jalur Angkot. (Aim)

 

Dibaca : 525x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan