Selasa, 18 Desember 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Ketika CSR Saka Pangkah Indonesia Ltd Sentuh Desa Ring 1

Pangkah Wetan Menjelma Jadi Wisata Mangrove Muara Bengawan Solo

Editor: nugroho
Rabu, 09 Mei 2018
ahmad sampurno
RAMAI DIKUNJUNGI : Wsiata hutan mangrove MBS Desa Pangkah Wetan Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik, Jatim.
TERKAIT:

SuaraBanyuurip.com

KABUPATEN Gresik, Jawa Timur, menyimpan sejumlah potensi wisata. Selain wisata religi, terdapat hutan mangrove Muara Bengawan Solo (MBS) yang layak dikunjungi.

MBS terletak di Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujung Pangkah. Untuk mencapainya pengunjung harus menyusuri muara Sungai Bengawan Solo dari titik kumpul di Desa Pangkah Wetan, menggunakan perahu dengan jarak tempuh lebih dari satu jam hingga memasuki kawasan laut.

Sepanjang perjalanan, pengunjung akan disuguhi hilir mudik perahu nelayan serta pemandangan hijau tumbuhan liar mapun pohon bakau yang ditanam sekitar tambak nelayan.  

Wisata tersebut dibuka 5 bulan lalu. Sudah 4.500 wisatwan mengunjungi MBS. Desa Pangkah Wetan merupakan salah satu wilayah binaan PT Saka Pangkah Indonesia Ltd. 

Warga setempat dulunya lebih banyak mengandalkan pekerjaan sebagai nelayan. Kini, ekonomi mereka mulai bangkit melalui sektor lingkungan dan wisata. Masyarakat menyulap desanya menjadi desa wisata yang sarat pengetahuan dan padat karya.

Penghijauan mangrove di sepanjang muara sungai terpanjang di Pulau Jawa itu dilakukan secara masif dan berkelanjutan selama hampir 6 tahun lebih, dan sekarang menghasilkan hutan magrove nan rimbun.

Pangkah Wetan menjelama menjadi destinasi wisata. Sejumlah fasilitas seperti jogging track dibuat berwarna-warni, serta beberapa spot untuk swafoto (selfie) disuguhkan untuk menjadi daya tarik wisatawan milenial.

Tiket masuk yang berikan pengelola wisata kepada penguncung cukup murah. Hanya Rp 10.000 sudah include dengan naik perahu dari dermaga ke MBS ini.

“Tiket itu cuma untuk ganti bahan bakar kapal saja, itung-itung promosi," kata Kepala Desa Pangkah Wetan, Syaifullah Mahdi, kepada suarabanyuurip.com yang mengikuti rangkaian kunjungan dalam helat Lokakarya Media SKK Migas Jabanusa di lokasi MBS, Selasa (8/5/208).

Kedepan pihaknya akan menambah beberapa spot selfie serta anjungan lepas pantai dan area flying fox yang melintas di atas Bengawan Solo, agar wisatawan bisa merasakan sensi berbeda.

Penambahan fasilitas itu akan menggunakan anggaran dana desa dan bantuan corporate social and responsibility (CSR) PT Indonesia Pangkah Ltd, anak perusahaan Perusahaan Gas Negara (PGN).

“Nanti kami akan lengkapi dengan fasilitas fishing khusus,” ucap Sandy, sapaan akrab Syaifullah Mahdi.

Di tempat ini juga akan dijadikan sebagai suaka burung agar wisatawan bisa menikmati pemandangan burung yang keluar di pagi hari dan sore hari bertengger di dahan mengrove. Pihak desa juga sudah mengembangkan agrowisata seluas 300 hektar (Ha) di lahan milik warga yang ditanami kelengkeng, nanas dan rambutan. 

“Kami ingin petani punya nilai tambah sendiri. Jadi tidak lagi jual hasil panen ke pasar lewat perantara. Kami juga memberdayakan ibu-ibu disini membuat camilan dan dijual di MBS," tuturnya.

Keberhasilan Pangkah Wetang mengembang destinasi wisata ini tidak lepas dari sentuhan CSR PT Saka Indoensia Pangkah Limited. Melalui program tersebut warga didorong menjadi berdaya dan mandiri secara ekonomi.

Program kemasyarakatan dilaksanakan dengan melibatkan lembaga swadaya masyarakat (LSM) Lingkungan Pupuk, untuk memberikan pendampingan kepada warga. 

"Karena kami sadar suatu saat nanti minyak dan gas bisa habis. Jadi saat CSR kami tidak lagi di sini, maka masyarakat sudah berdaya," sambung  Manager External dan CSR Saka Indonesia Pangkah limited, Yayan Mulyana.

Desa Pangkah Wetan, tambah dia, cukup berpotensi menjadi wisata mangrove, sehingga perusahaannya mendukung upaya desa memaksimalkan potensi wisata tersebut. (ahamd sampurno)

 

Dibaca : 1330x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan