Rabu, 22 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Pasar Babat Dibangun, Tukang Ojek Hengkang

Editor: nugraha
Rabu, 18 September 2013
SUARABANYUURIP.com
TEMPAT BARU : Tukang ojek yang dulunya mangkal di depan Pasar Baru Babat kini pindah di depan RS Muhammadiyah.

SuaraBanyuurip.com - Totok Martono

Lamongan- Pembangunan Pasar Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur berdampak pada keberadaan tukang ojek yang biasa mangkal di wilayah setempat. Pasalnya, pasca direnovasinya pasar tua menjadi pasar modern setahun lalu itu penghasilan tukang ojek menurun drastis karena pengunjang pasar relatif sepi. Selain itu masih banyaknya stand yang belum ditempati.

Akibatnya, puluhan tukang ojek yang biasa mangkal di Pasar Baru Babat memilih hengkang. Mereka sebagian mencari lokasi mangkal baru yakni di depan Rumah Sakit Muhammadiyah yang terletak di Jalan Gotong Royong. Di tempat ini sedikitnya terdapat enam orang tukang ojek. Sebagiannya lagi memutuskan berhenti menjadi tukang ojek dan memilih bekerja lain.

“Sudah 6 bulan mas kami pindah mangkal disini karena ditempat lama penumpangnya sepi," kata Marsam, salah seorang tukang ojek kepada SuaraBanyuurip.com, Selasa (17/9/2013).

Marsam yang sudah menekuni pekerjaannya sejak tahun 1978 silam ini mengaku, sebelum Pasar Babat dibangun penghasilannya masih lumayan karena pengunjung pasar sangat banyak. Namun sejak pasar babat dibangun setahun lalu, pengunjungnya sangat sepi dan berimbas tidak ada penumpang yang memanfaatkan jasa tukang ojek.

“Sebelum dibangun masih bisa dapat Rp40 ribu-Rp60 ribu. Namun setelah pasar babat dibangun, sehari cuma dapat Rp10 ribu. Bahkan sering seharian tidak dapat penumpang, “ ujar dia, mengungkapkan.

Walau ditempat mangkalnya sekarang ini juga sepi, namun mereka bersyukur masih bisa membawa pulang uang Rp20 ribu- Rp30 ribu sehari. “Mendingan mangkal disini mas dari pada di depan Pasar Babat,” terang tukang ojek lainnya, Marjuki.(tok)

Dibaca : 783x
FB
Ada 1 komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Rabu, 18 September 2013 12:33
Lha piye lek, nek ra dibangun kesan pasare yo kumuh, jalane yo macet. Ojo mung mengeluuuh thok. Masio aku wong cilik tetep seneng nek pasare resik, teratur lan enak suasanane......ahaaayy!!!
Harjojegeg
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan