Sabtu, 24 Februari 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Pasca Jatuh, Ibu Melahirkan Meninggal

Editor: samian
Minggu, 14 Januari 2018
Ali Imron
TELEDOR : Dokter Slamet (baju putih) saat menjelaskan kalau penangan pasien Rodiyah sudah sesuai aturan.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban - Pasca jatuh dari tempat tidur di Ruang Observasi, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. R Koesma Tuban, Jawa Timur, setelah melahirkan seorang ibu bernama Siti Rodiyah (22), asal Desa Plumpang, Kecamatan Plumpang, meninggal dunia. Pihak keluarga menduga ada keteledoran yang dilakukan oknum perawat saat menjaga pasien.

"Kami minta pihak RSUD milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban tanggung jawab," ujar saudara korban, Sucipto, kepada suarabanyuurip.com di RSUD Koesma Tuban, Minggu (14/1/2018).

Seharusnya perawat yang jaga tak membiarkan korban jatuh dari tempat tidurnya. Entah bagaimana prosesnya korban mengalami pendarahan, dan mengesot menuju pintu ruangan untuk minta tolong.

Setelah sukses operasi sesar sekitar pukul 09:00 WIB, korban dalam keadaan sehat dan tersenyum. Pihak keluarga yang mendorong korban sampai ruangan observasi juga senang, karena anak beserta ibunya bisa selamat.

"Sekitar pukul 14:00 WIB korban sudah jatuh dan berdarah-darah," terang pak Cip sapaan akrabnya.

Dia paham kalau kinerja dokter dan perawat selama operasi sudah sesuai prosedur. Hal yang ganjil, ketika korban bisa jatuh dari tempat tidurnya. Apalagi keterangan Dokter Slamet, menegaskan kalau pasien pasca melahirkan tak akan bisa gerak karena sudah dibius.

"Keteledoran saat pengawasan pasien yang ingin keluarga usut," jelasnya.

Suami Rodiyah, Antok, hanya bisa menangis ketika melihat jasad istri tercintanya terbujur kaku. Dia tak menyangka kalau istrinya meninggalkan putra pertamanya begitu cepat.

"Sangat sehat setelah operasi melahirkan," singkatnya.

Saat Antok meminta izin menunggui istrinya, perawat melarangnya karena terbentur aturan. Dengan rasa percaya pada perawat, akhirnya dia pamit untuk makan. Tiba-tiba saat dia kembali, istrinya sudah berada di lantai dengan kondisi pendarahan.

"Saat saya keluar pintu ruangan dalam kondisi tertutup," akunya.

Dokter Slamet yang menangani korban, kaget karena belasan tahun bertugas di RSUD baru menemui pasien jatuh dari tempat tidurnya. Operasi sampai perawatan di ruang onservasi telah dilakukannya sesuai prosedur.

"Aneh kenapa bisa pasien turun padahal kakinya dibius," terangnya pada keluarga korban.

Soal medis, dokter ramah ini mengaku tak ada masalah dengan pasien Rodiyah. Kalau urusan jatuh itu di luar kewenangan dokter, dan ranahnya bagian keperawatan.

Di samping itu pula, saat awal masuk ruang Observasi setiap pasien sudah diberitahu kalau butuh sesuatu tinggal panggil perawat. Kenyataannya korban jatuh di saat perawat keluar, sedang merapikan peralatan untuk menyeka tubuh.

"Terus keluarga mau minta pertanggungjawaban yang bagaimana lagi," ketusnya.

Setelah debat panjang dan tidak ada keputusan, akhirnya pihak keluarga langsung bertolak ke Mapolres Tuban melaporkan insiden tersebut. Selain itu, besok hari Senin (15/1) keluarga akan menemui pimpinan RSUD untuk meminta keadilan atas meninggalnya pasien setelah jatuh dari tempat tidurnya.(Aim)

 

Dibaca : 39390x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan