Senin, 19 November 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

PDSI Ciptakan Sembilan Cyber Rig

Editor: samian
Sabtu, 23 Juli 2016
12
d suko nugroho
CANGGIH : Cyber rig milik PDSI sedang digunakan untuk pengeboran di Sumur Tapen (TPN) - 2 di Desa Sidoharjo, Kecamatan Senori.
SuaraBanyuurip.com
Dirut PDSI

SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro – PT Pertamina (Persero) terus memacu kinerja anak perusahaanya untuk lebih berinovasi dalam mendukung kegiatan eksplorasi dan eksploitasi migas guna membantu pemerintah menjaga ketahanan energi nasional. Salah satunya menciptkan tekhnologi pemboran yang efektif dan efisien.  

Seperti yang dilakukan PT Pertamina Drilling Service Indonesia (PDSI) yang berhasil menciptakan sembilan cyber rig. Teknologi ini memiliki sejumlah keunggulan di antaranya mempunyai kekuatan 1.000 HP (Horse Power), presisi pengeboran seluruh parameter dapat dilihat di satu kabin.

Tugas tersebut dapat dilakukan oleh satu orang dengan cukup melihat di monitor 1, 2, 3, dan 4, sehingga. membuat presisi dan performance dari pemboran lebih baik.

“Saat ini kita sudah memeiliki Sembilan cyber rig. Dengan teknologi ini pemboran bisa lebih efisien dan ekonomis,” kata Direktur Utama PT PDSI, Lelin Eprianto saat mendamping kunjungan Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam di sejumlah Lapangan Pertamina di Bojonegoro, Tuban, dan Blora, Jawa Tengah. Jumat (22/7/2016) kemarin.

Keunggulan cyber rig ini telah teruji. Seperti Rig PDSI #28.2 D-1000 E yang tengah melakukan operasi di Tapen. Rig ini secara historis juga sempat melakukan pemboran untuk proyek VICO. Rig ini berhasil melakukan pemboran di 15 sumur, dengan NPT 0,15 hari.

“Kita juga melakukan pemboran di Lapangan Banyuurip selama sembilan bulan. Di sana kita menambah alat agar bisa jalan sendiri,” tegas Lelin.

Selain mendukung kegiatan pengeboran migas, PDSI juga memberdayakan tenaga kerja lokal di sekitar sumur Tapen (TPN) -2 di Dusun Tapen, Desa Sidoharjo, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, dengan mengajari mereka cara mengolah limbah menjadi pupuk organik.

“Saya harapkan setelah kegiatan ini selesai mereka memiliki keterampilan yang dapat digunakan untuk membantu meningkatkan ekonomi mereka,” pungkas Lelin.(suko) 

Dibaca : 1371x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan