Sabtu, 17 November 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Pelaku UMKM Bojonegoro Dilatih Strategi Pemasaran Online

Editor: nugroho
Rabu, 17 Oktober 2018
Ist
ANTUSIAS : Peserta saat mengikuti pelatihan pemasaran online di PIB.

SuaraBanyuurip.com - Sebanyak 20 an pelaku usaha mikro kecil  dan menengah (UMKM) di sekitar Lapangan Minyak Banyuurip, Blok Cepu, dilatih strategi pemasaran secara online yang dipusatkan di Pusat Inkubasi Bisnis (PIB) Desa Ringintunggal, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu Siang (17/10/2018).

Pelatihan bertajuk "Penguatan Kapasitas UMK (Usaha Mikro Kecil) untuk Optimalisasi Pasar Online” ini diselenggarakan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bekerjasama dengan Relawan Teknologi dan Komunikasi (RTIK) Bojonegoro.

Dalam pelatihan tersebut, pelaku usaha dari berbagai macam produk, seperti makanan, minuman, kain batik, kerajinan kayu, dan lain lain dibimbing cara pemasaran produk lewat pemanfaatan sistem online marketplace yang sangat familiar penggunaannya bagi masyarat serta pemanfaatan media sosial.

Pelatihan ini menghadirkan pemateri dari penggerak komunitas marketplace di Bojonegoro, Purnomo, dan Nova Wijaya, selebgram hits dan pakar internet marketing yang asli dari Bojonegoro.

Dari data data survey yang dihimpun Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), menurut Purnomo, pertumbuhan penetrasi internet sepanjang tahun 2017, dari total 262 juta jiwa yang ada, sebanyak 143,26 juta jiwa diperkirakan telah menggunakan internet.

Jumlah tersebut Naik 7,9 persen dari tahun 2016 lalu yaitu 132,7 juta jiwa. Angka itu dipastikan meningkat pada 2018 ini

"Ini menjadi peluang bagus bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produknya," tegasnya.

Salah satu peserta, Valen mengapresiasi pelatihan ini karena dapat membantu para pelaku UMKM memasarkan produknya secara luas

"Ini sangat bermanfaat dan mudah-mudahan bisa diadakan lagi," harap Ning Valen, pemilik usaha “Jamu Nyemox” itu.

Perwakilan EMCL, Wahyu Sadewo, menjelaskan pelatihan yang dilaksanakan ini merupakan program di bidang ekonomi untuk mengoptimalkan pemasaran produk para pelaku usaha terutama dalam trend serba online seperti saat ini. Agar para pelaku usaha semakin berkembang, menjadi lebih inovatif dan kreatif.

“Selama beberapa dekade, Sears menguasai industri ritel Amerika Serikat. Akan tetapi pada akhirnya bangkrut, salah salah satunya karena tidak berinovasi dengan keadaan pasar," ungkap Wahyu, panggilan akrabnya.(rilis RTIK)

Dibaca : 498x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan