Jum'at, 18 Januari 2019
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Peletakan Batu Pertama Kilang Tuban Dijadwalkan Februari 2019

Editor: nugroho
Selasa, 08 Januari 2019
Ali Imron
SEGERA DIMULAI : Lahan KLHK yang menjadi lokasi utama pembangunan Kilang NGRR Tuban.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban- Tarik ulur pembangunan kilang minyak Tuban di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, akan segera berakhir. Pemerintahan era Presiden Jokowi Widodo menginginkan proyek Kilang New Grass Root Refinery (NGRR) Tuban patungan Pertamina dengan Rosneft Oil Company Rusia segera dimulai.

Hasil rapat koordinasi Pertamina dengan Pemkab Tuban,  di Surabaya terakhir, peletakan batu pertama atau groundbreaking dijadwalkan bulan Februari 2019. 

“Rencananya pak Presiden Jokowi yang akan langsung meletakkan batu pertama Kilang Tuban,” Bupati Tuban, Fathul Huda, kepadasuarabanyuurip.com, Selasa (8/1/2019). 

Pemkab sendiri juga sangat berharap atas proyek pengolahan minyak berkapasitas 300 ribu Barel per hari (Bph) itu. Masyarakat Tuban juga diminta memahami soal peluang kerja yang akan tercipta.

"Jika investor asal Negeri Beruang Merah tidak jadi, generasi muda akan disuruh kerja apa?" ucap Huda.

Bupati mengungkapkan, lahan pertanian di Tuban hanya sekitar 120 ribu hektare. Sedangkan yang punya kartu tani hanya 180 ribu.

Dari 1,3 juta penduduk Tuban, lanjut Huda, 70% adalah petani atau 900 ribu orang. Namun dari jumlah tersebut yang memiliki lahan hanya 200 ribu petani.

"Terus sisanya mau kerja apa?" tegasnya.

Menurut bupati, jika mau berfikir secara matematis tidak ada yang dirugikan dari proyek kilang termodern di dunia tersebut. Lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) seluas 364 hektare sudah beres. 

Oleh karena itu ketika pemilik/penggarap lahan di dua Desa Remen dan Mentoso, Kecamatan Jenu, masih keberatan berdirinya proyek, maka reklamasi laut solusinya. Izin sudah dibereskan oleh Pertamina.

"Eman-eman kalau mereka mempertahankan itu," tegas Bupatiyang juga pebisnis batu bara di Kalimantan itu.

Groundbreaking Kilang Tuban sebenarnya dijadwalkan lebih awal di tahun 2017 silam. Karena masih ada problem lahan baik dengan KLHK dan segelintir pemilik/penggarap lahan di Remen dan Mentoso, tahun ini baru bisa direalisasikan.

Dalam siaran persnya, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar memastikan proyek Kilang Minyak NGRR tetap dilaksanakan di Kabupaten Tuban. Kabar kepindahan ke Situbondo gagal, dengan pertimbangan beberapa hal.

 "Kilang minyak Tuban tidak pindah lokasi," terang Arcandra.

Dibatalkannya pembangunan kilang minyak di Situbondo telah melalui tahap kajian menyeluruh. Tuban tetap terpilih menjadi lokasi pembangunan kilang karena di sana sudah tersedia aset, seperti petrokimia. 

 Kilang minyak itu bisa diintegrasikan petrokimia, sehingga memberikan nilai tambah. Adapun kilang tersebut harus bisa fleksibel, agar bisa menjawab tantangan perkembangan mobil listrik yang sudah mulai dilakukan.

Dikabarkan sebelumnya, Pertamina memang memiliki opsi untuk memindahkan lahan pembangunan kilang di Tuban menjadi di Situbondo, yang merupakan lahan milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN).

Pilihan pemindahan lokasi ini memang diusulkan Pertamina sejak beberapa bulan lalu. Alasannya karena lahan seluas 800 hektare di Tuban, 50%-nya merupakan tanah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang kepemilikannya sulit diambil Pertamina. 

Dalam membangun Kilang Tuban ini, Pertamina pun bermitra dengan perusahaan migas asal negeri Beruang Merah. Diperkirakan produk BBM yang nanti akan dihasilkan kilang Tuban adalah gasoline sebesar 80.000 barel per hari, Solar 99.000 barel per hari, dan Avtur 26.000 barel per hari. 

Sedangkan untuk produk baru petrokimia adalah polipropilen 1,3 juta ton per tahun, polietilen 0,65 juta ton per tahun, stirena 0,5 juta ton per tahun dan paraksilen 1,3 juta ton per tahun.(aim)

 

 

Dibaca : 7825x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>