Pembangunan Batching Plan Catut Nama Bupati Anna

Rabu, 06 November 2019, Dibaca : 902 x Editor : samian

Ririn Wedia
PENGURUGAN : Karyawan PT SBS sedang melakukan pengurugan lokasi batching plan di Desa Sukowati, Kecamatan Kapas, Bojonegoro.


SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Pembangunan Batching Plan di Desa Sukowati, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mendapat sorotan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Angling Dharma karena diduga mencatut nama Bupati Anna Mu'awanah.

"Saat sosialisasi pembangunan Batching Plan di Balai Desa Sukowati, pengusahanya mencatut nama Bupati Anna," kata Ketua LSM Angling Dharma, M Nasir, Rabu (6/11/2019).

Baca Lainnya :

    Dalam sosialisasi yang dihadiri warga terdampak, Kepala Desa, dan pengusaha beberapa waktu lalu, PT Surya Bengawan Sakti (SBS) diduga menyebut lokasi yang digunakan sekarang ini arahan dari Bupati Anna.

    "Warga tidak berani menolak tanda tangan karena waktu sosialisasi sudah bilang itu," tukasnya.

    Baca Lainnya :

      Nasir menyayangkan statemen perusahaan yang hanya mementingkan diri sendiri. Selain berdekatan dengan pabrik pengemasan makanan dan minuman, lokasi yang kini sedang proses pengurukan, juga berdekatan dengan sekolah serta warung makanan.

      Padahal, jika Batching Plan berdiri, maka dampak yang diberikan bagi lingkungan sekitar adalah debu.

      "Ini sangat merugikan masyarakat setempat karena mereka dibohongi. Saya minta, agar dinas terkait turun tangan," tegasnya.

      Juwari (45), warga setempat, mengaku menyesal telah menandatangani surat persetujuan pembangunan Batching Plan tersebut. Karena, dari awal pengumpulan tanda-tangan hanya tertera keterangan jika hanya dilakukan pengurukan saja.

      Terpisah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bojonegoro, Gunardi, mengaku, pernah menghentikan kegiatan pengurukan lahan milik PT SBS dua kali.

      "Itu sudah kami hentikan karena tidak punya izin," tegasnya.

      Disinggung pencatutan nama Bupati Anna, pihaknya mengaku belum tahu. Namun, yang jelas, Bupati Anna Mu'awanah tidak pernah meminta perusahaan tersebut membangun di Desa Sukowati.

      "Sebelum Izin Mendirikan Bangunan (IMB) selesai, pembangunan batching plan tidak boleh dilakukan," tandasnya.

      Dikonfirmasi terpisah, Humas PT SBS, Sholeh, membantah pihaknya mencatut nama Bupati Anna Mu'anah saat sosialisasi pembangunan Batching Plan kepada warga.

      "Mungkin saya keseleo lidah," elaknya.

      Dia mengaku, saat ini tengah memproses IMB oleh perusahaan induk yang ada di Jakarta. Saat ini, hanya melakukan pekerjaan pengurukan. Pembangunan akan dilaksanakan setelah IMB terbit. (rien)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more