Pembangunan Jembatan Semanggi Capai 60%

Rabu, 03 Juli 2019, Dibaca : 3870 x Editor : nugroho

Ahmad Sampurno
DIBANGUN : Jembatan Desa Semanggi masih dalam tahap pengerjaan.


SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno 

Blora - Tidak lama lagi, warga Desa Semanggi, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, akan menikmati jembatan baru yang dibangun dari Program Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina EP Asset 4.  

Pembangunan jembatan ini dinantikan warga. Sepanjang tahun 2018, mereka harus was-was ketika melewati jembatan darurat karena jembatan utama rusak. Selain itu aktifitas perekonomian dan sekolah terganggu akibat rusaknya Jembatan Semanggi.

Baca Lainnya :

    Jembatan Semanggi sekarang ini dalam masa pembangunan yang diimulai awal April 2019. Pembangunannya sudah mencapai 60%.

    "Warga sementara masih melewati jembatan darurat sampai jembatan baru nanti jadi," ujar Perangkat Desa Semanggi, Jimin kepada suarabanyuurip.com, Rabu (3/7/2019). 

    Baca Lainnya :

      Pembangunan jembatan ini diyakini akan memberikan dampak baik pada kehidupan warga Semanggi. Warga tidak perlu lagi memutar arah sejauh tujuh kilo meter untuk mencapati tempat tujuan. Kendaraan roda empat bakal bisa melewati jembatan tersebut.

      "Kalau itu jadi transportasi warga semakin cepat," ucapnya.

      Jembatan Semanggi memiliki panjang 15 meter dan lebar 4 meter. Jembatan tersebut dibangun sejak tahun 1980 oleh Perhutani. Pascajembatan terputus masyararakat membuat jembatan darurat dari bambu agar tetap bisa beraktivitas.

      Pemerintah Desa Semanggi mengaku sudah sering mengajukan kepada pemerintah supaya ada perbaikan. Namun ditolak lantaran terbentur persoalan lahan yang berada di kawasan Perhutani.

      Government & Public Relations Staff Pertamina EP Asset 4 Cepu Field, Intan Anindita Putri, belum memberikan keterangan terkait pekerjaan tersebut. Informasi diperoleh Intan sedang dalam masa. Cuti. Pesan singkat yang dikirim wartawan, belum mendapat balasan. 

      Sekadar informasi, di Desa Semangi terdapat puluhan titik sumur minyak tua. Sumur peninggalan kolonial Belanda itu diusahakan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Blora, PT Blora Patra Energi (BPE). Sekarang ini juga telah dilakukan operasi sumur BNA-P3 oleh Pertamina EP Asset 4 Cepu Field, di lapangan Banyuasin Desa Semanggi.(ams)



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more