Rabu, 21 November 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Pembentukan Tim Monitoring P2M-SG Libatkan Multi Stakeholder

Editor: nugroho
Jum'at, 07 September 2018
ali imron
SERIUS : Manajer P2M-SG, Nunuk Fauziyah saat menjelaskan penyusunan konsep dan pembentukan tim kepada peserta.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban - Tahap penyusunan konsep dan pembentukan tim monitoring Program Pemberdayaan Masyarakat-Semen Gresik (P2M-SG) tahun 2018 melibatkan multi stakeholder. Mereka terdiri  dari DPRD Kabupaten Tuban, BAPPEDA, Pemerintah Kecamatan, 24 Pemerintah Desa, Awak Media,  Manajemen PT. Semen Indonesia, Koordinator Forum Masyarakat Kokoh (FMK) Desa dan Kecamatan serta Konsultan P2M-SG, di ruang Krakatau kantor pusat PT. Semen Indonesia (persero) Tbk.

Kepada suarabanyuurip.com, , Perwakilan Manajemen SI, Andik Sutikno, menjelaskan, keberadaan tim monitoring memiliki peran sangat strategis sebagai instrumen guna menjaga kualitas dan mengendalikan realisasi kegiatan agar sesuai dengan SOP P2MSG dan proposal kegiatan yang diajukan oleh masyarakat.

“Manajemen SI berharap kegiatan yang nendapatkan alokasi dana TJSL dapat memberikan manfaat secara maksimal kepada masyarakat sasaran.” ujar Andik, Jumat (7/9/2018).

Manajer P2M-SG, Nunuk Fauziyah menguraikan tentang substansi monitoring, merupakan aktivitas internal program yang dirancang untuk mengidentifikasi capaian hasil pada setiap tahapan program. Termasuk masalah-masalah yang dihadapi dan efisiensi dari implementasi program tersebut.

Monitoring diinisiasi sebagai forum muhasabah (introspeksi) bersama, untuk meminimalisir kealpaan, mencari solusi atas hambatan, dan mengambil pelajaran untuk perbaikan pada masa mendatang. Sosialisasi konsep dan pembentukan tim monitoring merupakan fase ke-22 dari 28 fase P2M-SG dengan mengedepankan prinsip partisipasi multi stakeholder, transparansi dan kolaborasi.

“Kami harapkan dapat berperan secara obyektif dan realistis dilandasi semangat “Tutwuri Handayani,” sambung direktur LSM Koalisi Perempuan Ronggolawe (KPR) ini.

Terpisah, Wakil ketua Komisi C DPRD Tuban, Tri Astutik mengungkapkan, forum ini sangat istimewa dan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT. Semen Indonesia dan KPR yang telah berhasil menginisisasi program P2MSG. Sebuah model yang sangat progresif dalam implementasi pemanfaatan dana CSR, melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat, dapat memberikan ruang belajar untuk meningkatkan kemandirian dalam mengelola potensi untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang mereka hadapi.

“Komitmen SI untuk merealisasikan dana CSR dapat meringankan beban APBD, terutama dalam program penanggulangan kemiskinan. Saya berkomitmen untuk turut  terlibat aktif dan akan mengawal program P2M-SG agar kemanfaatannya benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat pada wilayah pengembangan perusahaan,” janjinya.

Khusus untuk KPR, sebagai sesama perempuan, Astutik selalu support terhadap berbagai upaya untuk melakukan advokasi dan pemberdayaan perempuan. Tetaplah konsisten untuk secara ajeg meningkatkan harkat dan martabat perempuan di Bumi Wali ini.

Pada kesempatan untuk menyampaikan tanggapan, Teguh Budi Utomo sebagai representasi jurnalis, menuturkan tentang historis pemanfaatan dana CSR PT. Semen Indonesia, telah terjadi pergeseran paradigma secara signifikan dan massif dari gerakan demontrasi massa dalam menuntut haknya untuk mendapatkan alokasi dana CSR menjadi iklim dialogis.

Selain itu, mempertemukan kepentingan manajemen perusahaan dengan aspirasi masyarakat sehingga terwujud simbiosis mutualis yang sangat impresif dalam wujud program P2M-SG. Pergeseran pemikiran juga terjadi dari keinginan masyarakat untuk pemenuhan kebutuhan pembangunan fisik (Sarana prasarana dasar lingkungan permukiman), menjadi kebutuhan peningkatan keberdayaan SDM yang diyakini akan menjadi investasi sosial jangka panjang dan memberikan dampak siginifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kehadiran perusahaan dapat memberikan konstribusi dalam upaya menjamin keberlanjutan kehidupan masyarakat di wilayah pengembangan perusahaan,” terangnya.  

Teguh membeberkan Konsep P2M-SG sedang mendapat perhatian serius dari banyak pihak, termasuk perusahaan BUMN Pertamina lokasi pengeboran di Kabupaten Bojonegoro, yang berminat untuk mengadopsi konsep P2M-SG dalam pengelolaan CSR-nya.

“Sebagai representasi jurnalis dalam tim monitoring P2MSG, saya akan melakukan penialaian secara fair dan obyektif hitam atau putih sesuai dengan kondisi di tingkat lapang sebagai bentuk pertanggungjawaban moral kepada publik,” tegasnya.

Senada dengan Teguh, BappedaPemerintah Kabupaten Tuban, Danang Tri, menyampaikan program P2M-SG linier dengan program Pemerintah Daerah yang sedang serius untuk melaksanakan program pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, P2M-SG merupakan wujud kolaborasi nyata yang melibatkan Pemerintah Daerah, Pelaku Usaha, Pegiat Sosial, Media Massa dan Masyarakat sasaran.

“Sangat diharapkan akan memberikan kontribusi signifikan dalam upaya pengurangan kemiskinan yang berarti pula terjadinya peningkatan kelayakan hidup masyarakat di wilayah pengembangan perusahaan,”  tambahnya.  

Dalam kesempatan yang sama, Ketua FMK Merakurak, Dasam, menambahkan, penyususan konsep dan pembentukan tim monitoring P2M-SG merupakan bukti keseriusan manajemen SI dan manager P2M-SG dengan melibatkan multi stakeholder dalam mengawal kegiatan di tingkat lapangan.

“Kami sangat antusias menyambut gagasan ini dan berharap semua pihak meluruskan niat dan membulatkan tekad untuk melakukan perbaikan demi kemanfaatan dan kemaslahatan ummat,” tegasnya.

Disambung FMK Desa Tobo, Ramuji, menegaskan kegiatan monitoring hendaknya dipandang secara positif sebagai langkah untuk menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Sekaligus untuk mempertanggujawabkan dana publik, dan sebagai pertanggungjawaban moral para pelaku, terutama FMK dan OMS.

Senior CSR Officer, Setiawan Prasetyo, merasa bangga menjadi bagian dari forum yang sangat luar biasa ini. Sebuah forum keilmuan yang dialogis dan kondusif dengan semangat untuk berlomba memberikan yang terbaik, terhadap kesejahteraan masyarakat dan mendukung perkembangan serta kemajuan SI.

“Kami sampaikan terima kasih tak terhingga kepada perwakilan DPRD, Pemerintah Daerah, Awak Media, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, FMK dan para konsultan P2MSG yang telah bekerja sangat luar biasa untuk menggagas forum ini,” tandasnya.

Pihaknya menyadari bahwa program P2M-SG sedang berlanjut, dan tantangan pada masa mendatang semakin berat. Kendati demikian, jika sinergitas berbagai pelaku terbangun secara massif, kami sangat optimis P2M-SG akan menuai hasil yang membanggakan.

Disamping itu, manajemen SI juga akan terus meningkatkan inovasi serta kreatifitas untuk mendorong keberdayaan dan kemandirian masyarakat pada wilayah pengembangan perusahaan. Seraya memohon do’a kepada para hadirin serta seluruh masyarakat Kabupaten Tuban, agar SI tetap Kokoh Tak Tertandingi. (aim)

 

Dibaca : 928x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan