Minggu, 19 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Pemdes Sayangkan PEPC Tak Hadir Disosialisasi

Editor: nugroho
Selasa, 29 Agustus 2017
Samian Sasongko
CEK LOKASI PANCANG : Selesai sosialisasi, Muspika Purwosari, Kades Pelem, PP sedang melihat lokasi pancang kali panggang.

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro - Pemerintah Desa (Pemdes) Pelem, Kecamatan Purwosari, Bojonegoro, Jawa Timur, menyayangkan tidak hadirnya  operator proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB), Pertamina Eksplorasi Produksi Cepu (PEPC) dalam sosialisasi pemasangan pancang Kali Panggang, Selasa (29/8/2017).

"Saya menyayangkan tidak ada satupun tim PEPC yang hadir diacara sosialisasi," kata Kepala Desa Pelem, Sudawam saat sosialisasi pemasangan tiang pancang di rumah warga setempat, Parlan.

Padahal dalam sosialisasi tersebut banyak usulan yang disampaikan warga terdampak. Namun usulan itu tidak mendapatkan keputusan secara jelas karena kontraktornya, PT Pembangunan Perumahan (PP) memiliki keterbatasan dalam mengambil kebijakan atas usulan warga.

Di antara usulan yang disampaikan adalah masalah pembebasan lahan milik Ahmadi, warga setempay yang sampai saat ini belum ada kejelasannya.

"Padahal sudah mengirimkan surat ke PEPC maupun PP. Meski saya tidak diberitahu oleh yang bersangkutan, semua saya maklumi dan maafkan," kata kades dua periode itu.

Kedepan Sudawam menyarankan jika ada warganya mengirimkan surat keluhan kepada perusahaan baik PP maupun PEPC untuk segera berkoordinasi dengan Pemdes Pelem. Tujuannya jika muncul persoalaan pemdes dapat membantu memfasilitasi.

"Selama ini saya tidak mengetahui dan perusahaan juga tidak ada yang berkoordinasi. Kalau muncul masalah bukan PEPC saja yang nanggung tapi pihak Pemdes Pelem juga menjadi tatapan warga dan pihak terkait. Kalau saya tidak bisa memberikan keterangan yang jelas bagaimana kan nggak enak. Jadi hal ini jangan terulang kembali," tegas kades ring satu proyek J-TB ini.

Kekecewaan yang sama juga disampaikan Camat Purwosari, Bayudono Margajelita. Menurut dia, dengan tidak hadirnya PEPC dalam sosialisasi menjadikan mereka tidak mengetahui aspirasi yang disampaikan warga sekitar. 

"Tentu saja kecewa. Karena ini bersentuhan langsung dengan warga. Kalau soal kesibukan, sama lah saya juga banyak kerjaan. Tapi saya tetap menyempatkan hadir karena selain bentuk dukungan proyek negara juga berkaitan dengan warga," sambung Bayudono.

Dalam sosialisasi, Ahmadi, warga RT/RW 02/01 mengusulkan selain agar mengatasi polusi debu, juga permasalahan pembebasan lahan yang hingga saat ini belum ada penyelesaian yang jelas. Padahal dirinya sudah mengirimkan surat kepada PEPC dan PP, namun belum juga mendapatkan jawaban pasti.

"Sebenarnya sajak awal saya tidak harus diberikan berupa uang, tapi dipindahkan rumah saya tidak masalah. Saya juga minta maaf kepada Pak Kades Sudawam karena tidak memberitau dulu sebelum mengirimkan surat ke PP dan PEPC," kata Ahmadi.

Kapolsek Purwosari, AKP Susilo menghimbau bagi masyarakat yang hendak melakukan aksi untuk menyampaikan aspirasi agar memberitahukan terlebih dulu ke pihak kepolisian.

"Ini sesuai Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum," tegas AKP Susilo.

Project Control Manager, PT PP, Akhlis Fitanto berjanji semua usulan warga akan ditampung dan disampaikan ke manajemen untuk dibahas.

"Karena saya tidak bisa memberikan keputusan sendiri," sambungnya. 

Pantauan suarabanyuurip.com, warga yang hadir dalam sosialisasi juga mengusulkan agar perusahaan memberikan kompensasi, pengurukan jalan lingkungan dekat pemancangan, dan drainase (slauran air) atas dampak baik polusi debu maupun getaran dan bising yang ditimbulkan dari kegiatan proyek tersebut.(sam)

Dibaca : 323x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan