Kamis, 16 Agustus 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Pemdes Socorejo Surati PT Varia Usaha Fabrikasi

Editor: nugroho
Kamis, 26 Juli 2018
Ali Imron
Salinan surat Pemdes Socorejo untuk PT Varia Usaha Fabrikasi yang diperoleh Suara Banyuurip.

SuaraBanyuurip.comAli Imron 

TubanPemerintah Desa (Pemdes) Socorejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur,  telah melayangk surat kepada Direktur PT Varia Usaha Fabrikasi (VUFA), Kamis (26/7/2018). Surat tersebut berisi permintaan koordinasi, sekaligus membuat kesepakatan bersama terakit tenaga kerja di wilayah Desa Socorejo.

“Hari ini kami kirim surat pemberitahuan ke PT VUFA,” ujar Kepala Desa Socorejo, Arief Rahman Hakim, kepadasuarabanyuurip.com, melalui salinan suratnya.

Kang Arief sapaan akrabnya, menjelaskan berdasarkan informasi yang diperolehnya pada 25 Juli 2018 terkait lowongan kerja di pelabuhan khusus PT Semen Gresik (SG) yang berada di wilayahnya, maka Pemdes bersama BPD Socorejo menggelar Musyawarah Desa (Musdes) di balai desa.

Tiga keputusan penting yang menjadi dasar surat tersebut, pertama, menindaklanjuti hasil musyawarah PT Semen Indonesia Logistik (SILOG), PT VUFA, Pemdes Socorejo, perwakilan masyarakat, TNI/Polri pada saat demonstrasi pemuda terkait tenaga kerja sudah disepakati bahwa PT VUFa selaku ountsorching PT SILOG dan anak perusahaannya akan mengutamakan warga Socorejo untuk diterima bekerja.

Kedua, melihat data dan fakta dari tahun 2017 sampai dengan 2018, PT VUFA yang dahulu bernama MSB dalam kurun waktu tersebut hanya menerima dua orang warga Socorejo. Sementara menerima sekitar kurang lebih 25 orang, warga non ring yang terindikasi penuh dengan nepotisme orang-orang dalam PT VUFA dan PT SILOG.

“Ketiga, selama ini keberadaan PT VUFA tidak pernah memberikan kontribusi kepada desa,” tegas mantan aktifis PMII Jogja.

Atas pertimbangan tiga hal tersebut, Pemdes mengundang Direktur PT VUFA, PT SILOG, dan PT SWABINA besok Senin tanggal 30 Juli 2018 pukul 09:00 WIB di balai desa untuk koordinasi. Surat untuk perusahaan ini, juga ditembuskan kepada Bupati Tuban, Ketua DPRD Tuban, dan Camat Jenu.

Dikonfirmasi terpisah, perwakilan humas PT VUFA, Herga, belum memberi kofirmasi perihal surat yang dikirimkan Pemdes Socorejo. Sampai berita ini ditulis, pesan yang dikirimkan Suara Banyuurip sejak pukul 11:41 WIB belum dibaca.

Respon hangat juga datang dari perwakilan Komisi A DPRD Tuban, Fahmi Fikroni. Diaberharap perusahaan jangan mempersulit terkait klasifikasi pendidikan, tanpa harus mempertimbangkan skill dan pengalaman kerja.

Seharusnya perusahaan membuat pelatihan-pelatihan kerja ke masyarakat, sehingga setelah lulus pelatihan kerja bisa langsung direkrut menjadi karyawan. Karena kalau harus dipatok lulusan D3 Pelayaran saja tanpa mempertimbangkan skil dan pengalaman kerja, pihaknya yakin di ring satu perusahaan juga tidak ada.

“Padahal komitmen perusahaan kan jelas akan memperkerjakan warga sekitar. Ini namanya pembodohan klo sampe ini terus menerus di lakukan,” sergah pria yang getol mengurai persoalan industri di Bumi Wali.

Roni sapaan akrabnya, berharap perusahaan-perusahaan di Bumi Wali selalu melakukan komunikasi dan koordinasi yang bagus dengan para kepala desa. Sekaligus tokoh masyarakat, sehingga gejolak-gejolak sosial terkait lowongan pekerjaan bisa diminimalisir. (aim)

 

 

Dibaca : 4008x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan