Rabu, 24 Oktober 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Pemerintah Pusat Soroti PI Blok Cepu

Editor: nugroho
Kamis, 09 Agustus 2018
dok/sbu
Menteri ESDM, Ignasius Jonan saat mengunjungi Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro.

SuaraBanyuurip.com

Jakarta - Skema pembagian keuntungan penyertaan modal (Participating Interest/PI) 10% Blok Cepu, antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro, Jawa Timur, dengan penyandang dana (investor), menjadi sorotan pemerintah pusat. Pemkab Bojonegoro mendapat bagi hasil relatif kecil karena keuntungan tersebut diberikan setelah semua modal yang dikeluarkan investor kembali.

Dalam pengelolaan PI Blok Cepu ini, BUMD Bojonegoro, PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) menggandeng PT Surya Energi Raya (SER), sebagai penyandang dana. Dengan pembagian keuntung 25% BUMD, dan 75% untuk SER. 

Tragisnya, keuntungan itu baru diterima Bojonegoro setelah semua modal yang dikeluarkan SER kembali. Akibatnya, meski sekarang ini Lapangan Banyuurip sudah berproduksi puncak sebesar lebih dari 200 ribu barel per hari (BPH), Bojonegoro belum mendapatkan pembagian keuntungan tersebut.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESMD), Ignasius Jonan, mengungkapkan, seperti pemberian PI yang terjadi di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu. Meskipun pemda memiliki PI 10%, tetapi hasil yang diterima oleh Pemda masih relatif kecil.

"Saya tidak mengkoreksi, tapi saya bicara fakta, itu PI nya 10%, tapi mungkin Pemda menikmatinya hanya kecil sekali, karena pembiayaannya oleh pihak swasta," ungkap Jonan kepada undangan dari berbagai asosiasi migas di Indonesia saat Sarasehan dan Diskusi Nasional bertajuk "Meningkatkan Kemampuan Pengelolaan Sektor Hulu Migas", di Jakarta, Rabu (8/8/2018). 

Selain ADS, ada tiga BUMD lainnya yang terlibat dalam PI Blok Cepu ini yakni PT Sarana Patra Hulu Cepu milik Pemda Propinsi Jawa Tengah, PT Blora Patragas Hulu milik Pemda Blora, Jateng, dan PT Petro Gas Jatim Utama Cendana milik Pemda Provinsi Jatim.

Jonan kembali mengingatkan tujuan pemerintah menetapkan PI 10% tak lain agar perekonomian daerah semakin merata. Kebijakan ini didasarkan pada arahan dari Presiden Republik Indonesia, Joko Wododo, yang berpesan jangan sampai pendapatan sektor minyak dan gas bumi (migas) kembali terpusat di ibukota, daerah pun harus turut menikmati juga.

"PI 10% merupakan keberpihakan pemerintah yang bertujuan agar pembangunan di daerah bisa merata. Pemerintah Daerah (Pemda) harus menikmati PI 10% sehingga perekonomian daerah menjadi menggeliat," tutur Jonan seperti dilansir dari laman resmi Kementerian ESDM.

Di dalam Undang-Undang sudah mengamanatkan daerah harus mendapatkan alokasi PI 10%. Namun, karena sebelumnya tidak ada peraturan yang mengatur tentang tata cara penawaran dan pengalihan PI 10%. Ini menyebabkan Pemda menerima hasil yang lebih sedikit dari PI 10%.

Menjawab permasalahan tersebut, Jonan menyatakan telah mengeluarkan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 37 Tahun 2016 tentang Ketentuan Penawaran Participating Interest 10% Pada Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi. Dengan adanya Permen tersebut maka Pemda tidak perlu bingung mencari modal awal PI, karena pembayaran PI dapat dicicil setelah mendapat bagi hasil produksi dari PI 10% tersebut. 

"Sekarang kontraktor lah yang akan menanggung modal awal PI 10%," ucapnya.

Diyakini, jika tidak ada peraturan yang mengatur tentang tata cara penawaran dan pengalihan PI 10% tersebut, maka Pemda akan sangat sulit untuk membayar PI 10% karena anggarannya sangat terbatas. 

"Kalau 10% nya itu dari Blok Rokan, saya kira tidak ada Pemda sekaya apapun yang mampu membayar PI 10%, tidak mungkin bisa," tambah Jonan.

Dengan aturan tersebut Pemda tidak perlu ikut membayar signature bonus yang diajukan oleh kontraktor ke pemerintah. 

"Signature bonusnya tidak ikut bayar. Gratis, free. Yang lainnya bayar, komitmen pasti eksplorasi dan sebagainya ini bayar, proporsional, tapi tidak mengeluarkan uang di awal," tandasnya.(red)

Dibaca : 602x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan