Rabu, 19 September 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Penambang Galian C Tewas Tertimbun Longsor

Pemilik Tambang Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara

Editor: nugroho
Jum'at, 07 September 2018
dok/sbu
ILEGAL : Warga saat menyaksikan proses evakuasi penambang yang tertimbun longsor d tambang galian C di Desa Tebon.

SuaraBanyuurip.com -  Ririn Wedia

Bojonegoro - Kasus tewasnya seorang penambang, Sumani (30), saat melakukan penambangan pasir darat di tambang galian C ilegal di Desa Tebon, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, telah ditingkatkan statusnya ke penyidikan. Penyidik Polres Bojonegoro telah memintai keterangan JW, pemilik tambang.

Dari hasil penyidikan sementara, tambang pasir darat yang dioperasikan JW tidak memiliki izin, sehingga bisa terancam pidana karena melanggar Undang-undang nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara. 

Sesuai Pasal 158 disebutkan, setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP, IPR atau IUPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37, Pasal 40 ayat (3), Pasal 48, Pasal 67 ayat (1), Pasal 74 ayat (1) atau ayat (5) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).

"Penambangannya ilegal, jadi akan kami proses hukum. Sekarang sudah kita lakukan penyidikan," ujarnya saat dihubungi suarabanyuurip.com Jumat (7/9/2018).

Dari keterangan pemilik tambang kepada penyidik, lanjut kapolres, aktivitas penambangan galian c sudah berjalan sejak tiga bulan terakhir. Namun sempat berhenti dan mulai beroperasi kembali dua minggu yang lalu. 

"Proses penambangan dilakukan secara manual. Pemilik tambang sendiri tidak memiliki izin beroperasi," tandasnya. 

Sebelumnya, Kepala Seksi Kesejahteraan Desa Tebon, Siti Fatonah mengatakan, jika tambang tersebut perangkat Desa Tinggang, Kecamatan Ngarho. Hanya saja dia tak mau menyebutkan siapa nama perangkat desa tersebut.

"Itu dikelola salah satu perangkat desa sana," ujarnya saat ditemui di kantor desa stempat, Rabu (5/9/2018).

Sementara, salah satu warga sekitar lokasi tambang, Ahmad Sumani (53), menyatakan, yang punya lahan dan melakukan kegiatan penambangan pasir darat adalah Parjan, Kepala Dusun Payaman. 

"Ya sekarang dikerjakan oleh Parjan," sambung Ahmad Sumani saat hendak ke ladang. 

Suarabanyuurip.com berusaha mendapat konfirmasi Parjan. Namun saat di rumahnya yang bersangkutan tidak ada ditempat. Rumahnya tertutup rapat. Hanya ada tiga orang laki-laki yang duduk di teras rumah. 

Untuk diketahui, tambang galian c ilegal itu telah mernggut nyawa Sumani (35), warga Desa Sumberarum, RT 01 RW 01 Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, akibat tertimbun longsor. 

Saat itu, korban bersama dengan satu orang rekannya, Saridi (25), yang masih tetangga korban, melakukan aktivitas seperti biasa. Keduanya melakukan penambangan pasir darat dengan menggunakan mesin diesel sebagai alat untuk menyemprotkan air ke tanah. 

Sekitar pukul 12.30 WIB, tiba-tiba terjadi longsor dan saat itu korban tidak dapat menyelamatkan diri dan tertimbun. Sedangkan rekannya selamat.(rien)

Dibaca : 2507x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan