Kamis, 13 Desember 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Pemkab Blora Bentuk Tim Pengkaji PI

Editor: nugroho
Kamis, 11 Januari 2018
Ahmad Sampurno
Kepala Bidang Fisik dan Prasarana Bappeda), Djati Walujastono

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora, Jawa Tengah, telah membentuk tim pengkaji penyertaan modal (Participating Interest/PI) untuk menyambut pengoperasian dua blok migas di wilayah setempat.

Dua blok migas itu adalah Alas Dara Kemuning (ADK) yang dioperatori oleh Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) ADK dan Blok Randugunting yang dioperatori Pertamina Hulu Energi (PHE) Randugunting.

Kepala Bidang Fisik dan Prasarana Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Djati Walujastono mengatakan susunan tim pengkaji telah resmi terbentuk dengan ditandatangninya Peraturan Bupati (Perbub) tentang tim pengkaji penawaran PI. 

"Susunan tim sudah terbentuk dengan diketuai oleh Sekda Blora Bondan Sukarno," terang Dajti. 

Saat ini daerah telah mudahkan dengan aturan baru tentang penyertaan modal. Yakni semua modal akan dibiayai dulu oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

Untuk diketahui, PHE Randugunting telah berhasil menemukan cadangan gas di wilayah Kabuten Rembang, setelah sebelumnya empat kali gagal dalam eksplorasi di Blora.

Dari hasil pengujian Sumur NGU-1X oleh PEPC ADK di Struktur Kemuning tersebut, ditemukan 2 (dua) aliran hidrokarbon secara alami.

"DST-1 pada Lapisan T2 Formasi Tuban, terdapat aliran hidrokarbon secara alami, namun masih sulit diukur secara kontinyu. Sedangkan DST-3 pada Lapisan M0 Formasi Tawun, terdapat aliran hidrokarbon Gas," tandas Humas PEPC ADK, Gayatri Handari Kusuma Wardhani.

Dari hasil tersebut, PEPC ADK perlu mengkaji dan mengevaluasi data-data hidrokarbon guna menghitung kelayakan dan keekonomisan Struktur Cadangan. Hal itu dilakukan untuk mengetahui potensi pengembangan, termasuk kajian nilai investasi fasilitas produksi serta kurun waktu produksi.

"Proses evaluasi tersebut melibatkan peran serta dan persetujuan dari SKK Migas dan PT Pertamina (Persero) untuk mendapatkan nilai validasi cadangan yang tersedia," ungkapnya kepada suarabanyuurip.com.

Apabila nilai cadangan tersebut memungkinkan untuk dilanjutkan kepada proses komersialisasi dan pengembangan lapangan, lanjut dia, maka tahap selanjutnya adalah untuk mendapatkan persetujuan pengalihan status eksplorasi (PSE) dari SKK Migas dan persetujuan rencana pengembangan lapangan (Plan of Development/POD) oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia.

"Serta memperoleh calon pembeli sesuai dengan Kaidah, Ketentuan dan Peraturan yang berlaku di Industri Hulu Migas," kata wanita berkacamata ini. (ams)

Dibaca : 355x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>