Selasa, 25 September 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Pemkab Menanti Penyiapan SDM di Kilang Tuban

Editor: samian
Sabtu, 14 April 2018
Ali Imron
Edy Sukarno masih menunggu kontrak di bidang pendidikan menjelang Kilang Tuban.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban- Terlepas persoalan pembebasan lahan Kilang NGRR Tuban, Jawa Timur, yang masih pelik, ada satu hal yang dinanti Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, dan Dinas Pendidikan Provinsi Jatim cabang Tuban dari Pertamina.

Hal penting itu adalah persiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dibutuhkan dalam operasional perusahaan pengolahan minyak dengan kapasitas 300 ribu barel per hari (Bph).

“Meski kita sudah mendata lulusan tapi belum ada kontrak di bidang pendidikan,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Jatim), Edy Sukarno, kepada suarabanyuurip.com, melalui pesannya, Sabtu (14/4/2018).

Setelah bupati menginginkan ada jurusan perminyakan di wilayahnya, Edy langsung tancap gas koordinasi dengan berbagai pihak. Sekalipun belum ada kejelasan kontrak, namun jurusan teknik perminyakan telah dibuka di SMKN 1 Tuban. Jika tidak ada kendala, di tahun berikutnya akan diikuti oleh SMKN 3, SMKN Jatirogo, SMK Taruna Jaya Prawira (TJP), SMK YPM 12, SMKN Tambakboyo, dan SMKN Palang.

Kabag Humas dan Protokol Setda Tuban, Rohman Ubaid, juga membenarkan jika belum ada kontrak hitam di atas putih dengan Pertamina-Rosneft soal penyiapan SDM. Sejak sosialisasi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) pada bulan Januari 2017 lalu, kedua belah pihak baru sebatas komitmen kerjasama dibeberapa bidang.

“Mulai pemberdayaan masyarakat, pelatihan peserta didik, hingga melibatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Minyak dan Gas pada industri hilir Migas,” sergah mantan Camat Jenu ini.

Untuk mendukung penyipan SDM di Kilang Tuban, Pemkab telah mendata lulusan di Desa Remen, Kecamatan Jenu. Totalnya ada 653 lulusan SMP-SMA. Rinciannya, 7 lulusan MTs, 266 lulusan SMP, 2 lulusan MAN, 202 lulusan SMA, 2 lulusan MA, 136 lulusan SMK, 1 lulusan D1, 2 lulusan D3, dan 23 lulusan S1. Di Desa Mentoso ada 5 lulusan MTs, 2 SMP, 2 MA, 21 SMA, dan 2 lulusan SMK.

Desa Rawasan ada 26 lulusan SMP, 14 lulusan MA, 9 lulusan SMA, dan 4 lulusan SMK. Desa Wadung ada 15 lulusan SMP, dan 38 lulusan SMA. Desa Sumurgeneng memiliki 70 lulusan SMP, 45 lulusan SMA, dan 22 lulusan SMK. Untuk data di Desa Kaliuntu belum ada.

Sekalipun pemkab sudah memegang data, tapi belum ada tindak lanjut dari Pertamina. Hal ini karena tim sedang fokus pada pembebasan lahan di Desa Mentoso, dan Remen, Kecamatan Jenu.(Aim)

 

 

Dibaca : 720x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan iklan
iklan