Jum'at, 21 September 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Pemkab Tanggung Biaya Pengobatan Pasien Keracunan

Editor: samian
Selasa, 13 Maret 2018
Ali Imron
JENGUK PASIEN : Setelah mengunjungi pasien keracunan, Wabup Tuban menggratiskan semua pengobatannya.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban - Sebagai bentuk tanggung jawab adanya insiden keracunan 22 balita di Posyandu Desa Gesikharjo, Kecamatan Palang hari Senin (12/3) kemarin, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Jawa Timur, berjanji akan menanggung semua biaya pengobatan pasien. Diharapkan kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua kader Posyandu, dan tidak terulang kembali.

"Kita akan tanggung biaya rawat inap dan obatnya dengan APBD," ujar Wabup Tuban, Noor Nahar Hussein, kepada suarabanyuurip.com, saat dikonfirmasi di RSUD dr Koesma Tuban, Selasa (13/3/2018).

Wabup kelahiran Kecamatan Rengel ini menjelaskan, makanan yang disajikan saat Posyandu dimasak langsung oleh masing-masing kader. Waktu itu baik sup, lauk, nasi, maupun kuenya yang masak berbeda.

Menindaklanjuti insiden keracunan tersebut, tim kesehatan Pemkab telah mengambil sampel muntahan dan makanan untuk dibawa ke laboratorium. Hasilnya masih menunggu, sehingga penyebab pastinya belum dapat dipastikan.

"Indikasi awal penyebabnya dari bakteri," jelasnya.

Wabup dua periode ini menegaskan, bakteri yang dimaksud biasanya muncul karena masaknya kurang bener atau higenis. Bisa juga dari bahannya yang kurang sehat, karena sudah tercemar bakteri. Terakhir karena tempat masak maupun penyajiannya yang kurang bersih dan masih diteliti.

Untuk korban keracunan sendiri, sebanyak 16 pasien langsung dirujuk ke RSUD Koesma. Tiga sudah pulang, dan 13 pasien lainnya dipastikan pulang hari ini.

Mengantisipasi kejadian serupa, Wabup meminta instansi terkait untuk mendampingi setiap kegiatan posyandu. Upaya ini supaya para kader tidak trauma menggelar Posyandu, yang bertujuan mensosialisasikan kesehatan kepada masyarakat.

"Kami pastikan setiap kegiatan Posyandu akan didampingi tim kesehatan," janjinya.

Sedangkan Direktur RSUD dr. Koesma Tuban, Saiful Hadi, meminta tim kesehatan di Puskesmas untuk segera merujuk pasien ke Unit Gawat Darurat (UGD) jika membutuhkan penanganan ekstra.

Kaitannya dengan insiden keracunan di Palang, Saiful akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk biayanya. Sesuai instruksi Wabup, tidak satupun pasien keracunan massal yang dibebani biaya sepeserpun.

"Kami akan upayakan biaya ditanggung pemerintah daerah," sergah mantan Kepala Dinkes Tuban ini.

Soal pasien, Saiful menjelaskan jika 90% kondisinya sudah stabil. Apabila sudah mampu pulang hari ini dipersilahkan, namun jika belum pulih bisa pulang keesokan harinya.

"Sebagian besar akan pulang hari ini dan sebagian kecil pulang besok," jelasnya.

Perlu diketahui, dalam 15 tahun terakhir di Kabupaten Tuban juga terjadi keracunan massal ditahun 2005. Waktu itu warga Kecamatan Palang dan Senori keracunan karena diduga mengkonsumsi air di daerah setempat. (Aim)

Dibaca : 692x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan