Selasa, 18 Desember 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Pemkab Tuban Bakar 2.500 Cantrang

Editor: samian
Minggu, 09 Desember 2018
Hidayatul Khoiriyah
LARANG GUNAKAN CANTRANG : Sisa Cantrang di Kantor Diskanak Tuban yang belum dibakar.

SuaraBanyuurip.comHidayatul Khoiriyah

Tuban- Alat tangkap cantrang belum sepenuhnya ditinggalkan oleh nelayan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Terbukti alat tangkap ikan yang dilarang oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudji Astuti masih digunakan di nelayan di lima kecamatan. Lebih dari 2.500 alat Cantrang telah dibakar oleh Pemkab Tuban.

“Kami sudah melakukan penarikan bahkan hampir mencapai 100%," ujar Kasi Sarana dan Prasarana Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Tuban, Warsito, kepada suarabanyuurip.com, di ruang kerjanya, Sabtu (8/12/2018) kemarin.

Sejak larangan digulirkan, himbauan meninggalkan cantrang sebagai alat menangkap ikan sudah dilakukan. Kendati demikian, penarikan hanya bersifat sementara, sebab nelayan yang cantrangnya telah ditarik kembali menggunakan cantrang.

“Nelayan hanya sekadar mengumpulkan tetapi kembali menggunakan," beber pria ramah ini.

Adapun data yang terhimpun dari Diskanak mengenai jumlah nelayan cantrang berkisar antara 700 hingga 800 orang. Sementara alat cantrang yang terdaftar berjumlah 5.493 buah. Dimana sebagian sudah dibakar.

Saat ini Pemkab Tuban masih memberikan keringanan kepada nelayan yang masih menggunakan cantrang. Sikap maklum ini dilakukan, hingga nelayan menemukan alat ganti cantrang.

Nelayan asal Palang, Zainul mengaku, masih menggunakan cantrang karena sarana dan prasarana yang kurang memadai. Terpaksa menggunakan cantrang karena hanya itu yang dimilikinya.

"Kita masih gunakan Cantrang," sambungnya.

Selama tahun 2016 produksi ikan di Kabupaten Tuban luar biasa. Dari target sebesar 3.572,46 ton pada tahun 2016, terealisasi 49.408,46 ton. Sedangkan di tahun 2017 produksi ikan juga di atas target 48.306,29 ton. (hida)

Dibaca : 339x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan