Rabu, 13 Desember 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Pemkab Tuban Berencana Bangun Museum Koes Plus

Editor: samian
Minggu, 03 Desember 2017
Ali Imron
DIABADIKAN : Wabup Tuban Noor Nahar Hussein melihat koleksi Koes Plus di Rest Area.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban - Sebagai bentuk penghargaan bagi pelopor musik pop dan rock 'n roll di Indonesia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Jawa Timur, berencana membangun museum Koes Plus. Sementara koleksi foto dan penghargaan grup musik yang terkenal pada dasawarsa 1970-an ini, diabadikan di Rest Area Tuban.

"Museum bakal kami carikan tempat yang representatif," ujar Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein, kepada suarabanyuurip.com, setelah melihat koleksi album foto di Rest Area Tuban, Sabtu (2/12/2017).

Adanya koleksi Koes Plus di Rest Area, ini tujuannya untuk mempromosikan produk UMKM lokal. Sekaligus memperkenalkan perjalanan grup musik Indonesia yang dibentuk pada tahun 1969, sebagai kelanjutan dari grup Koes Bersaudara kepada masyarakat.

Kebetulan di Rest Area ini tempatnya orang berkumpul, maupun transit, diharapkan adanya souvenir Koes Plus. Logikanya jika orang menyukai band, tentu akan membeli segala aksesorisnya.

"Jadi kalau ke Rest Area tidak hanya lihat gambar tapi ada sesuatu yang dibawa pulang," jelas pria kelahiran Kecamatan Rengel ini.

Semakin banyak pengunjung yang membeli souvenir, otomatis akan ikut menyebarkan nama besar Koes Plus. Sebagai tempat lahirnya, Kabupaten Tuban juga wajib menjaga, melestarikan jiwa yang pernah digelorakan.

Setelah dikukuhkannya pengurus Jiwa Nusantara Ronggolawe Tuban, Wabup ingin eksistensi Koes Plus dijaga. Jiwa kepeloporan, semangat untuk maju, dan menjadi maestro musik yang perlu digaungkan.

"Supaya bisa ditiru oleh generasi muda," harap politisi PKB Tuban.

Bagi Noor Nahar, Koes Plus bukan lagi musisi nasional melainkan sudah mendunia. Sepengetahuannya jarang grup musik yang karyanya tetap eksis sampai puluhan tahun. Lagunya ketika dinyayikan juga masih selalu update.

Sebagaimana diketahui, grup yang berasal dari Kelurahan Sendangharjo, Tuban, ini merupakan alumnus SMK Negeri 1 Tuban. Pernah dipenjara karena musiknya yang dianggap mewakili aliran politik kapitalis. Di saat itu sedang garang-garangnya gerakan anti kapitalis di Indonesia.

Koes Bersaudara tahun 1960 -1963 komposisinya, John Koeswoyo - (Koesdjono) Upright Bass, Tonny Koeswoyo - (Koestono) Lead Guitar, Yon Koeswoyo - (Koesjono) Vokal, Rhythm Guitar, Yok Koeswoyo - (Koesrojo) Vokal, Bass Guitar, dan Nomo Koeswoyo - (Koesnomo) Drum.

Sedangkan formasi Koes Plus 2004 - sekarang terdiri dari, Yon Koeswoyo Rhythm Guitar, Vokal Danang, Lead Guitar, Keyboard, Vokal, Sony Bass, Backing Vokal, Seno Drum.

Untuk lagu-lagu yang sangat populer Koes Plus, diantaranya “Bis Sekolah”,“ Di Dalam Bui”, “Telaga Sunyi”, dan “Laguku Sendiri”.(Aim)

 

Dibaca : 182x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan