Kamis, 13 Desember 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Pemkab Tuban Gagal Turunkan SiLPA

Editor: nugroho
Rabu, 03 Januari 2018
Ali Imron
Bupati Tuban, Fathul Huda.

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban- Di akhir tahun 2017, Sisa lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Kabupaten Tuban, Jawa Timur, tidak jauh selisihnya dengan SiLPA tahun lalu yakni sebesar Rp294 miliar lebih.

Ditengarai perombakan Struktur Organisasi Tata Kelola (SOTK) di era pemrintahan Bupati Tuban, Fathul Huda dan Wakilnya, Noor Nahar Hussein,  yang masih tumpang tindih menjadi penyebabnya.

“APBD yang tak terserap selisihnya tidak jauh dengan tahun lalu,” ujar Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tuban, Miyadi, kepadasuarabanyuurip.com, ketika dijumpai di Mapolres Tuban, Rabu (3/1/2017).

Wakil rakyat menilai besarnya SiLPA dikarenakan tidak mampunya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menyerap anggaran. Padahal DPR terus mendorong dinas terkait untuk mengoptimalkan program kerjanya.

Sejak tahun 2013, kinerja dinas di bawah kepemimpinan Huda-Noor terus menyisakan SiLPA dan meningkat setiap tahunnya. Tahun 2013 besaran SiLPA mencapai Rp158.968 miliar, kemudian naik menjadi Rp250 miliar di tahun 2014, dan bertambah lagi menjadi Rp294 miliar di tahun 2015.

Pada Laporan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tuban tahun anggaran 2016, jumlah SiLPA mencapai Rp294.018.836.475,48.  

Menyikapi hal tersebut, Wabup Tuban, Noor Nahar mengaku sudah seoptimal mungkin melakukan penyerapan anggaran.

Diantara hal yang memicu tidak tercapainya pendapatan 2016 adanya pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) selama empat bulan. Sekalipun pada akhirnya ditransfer kembali pada awal tahun 2017.

“Untuk jumlah pastinya saya belum punya datanya,” kelit Politisi partai PKB Tuban.

Analisa Miyadi, besarnya sisa APBD tahun ini juga dipengaruhi oleh proses aturan dan waktu. Misalnya Perubahan Anggaran Keuangan (PAK), kalau bangunan fisik rata-rata pekerja tidak berani. Akhirnya timbul kekhawatiran kemunduran waktu, dan mempengaruhi kinerja rekanan.

“Jika masih ada SiLPA otomatis akan masuk pada anggaran 2018,” bebernya.

Menyikapi lemahnya serapan anggaran, Miyadi meminta OPD terkait untuk kerja cepat. Di Bulan Januari ini segera menyerap anggaran sebesar Rp60 miliar, untuk proyek Tuban Sport Center (TSC) di Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding.

“Akhir Januari harus mulai lelang dan di Februari awal mulai dikerjakan,” tegasnya.

Dikonfrontir terpisah, Kabag Humas dan Protokol Setda Tuban, Rohman Ubaid, belum bisa menjelaskan secara detail penyebab besarnya SiLPA tahun 2017. Mantan Camat Kerek ini belum bisa memberikan besaran SiLPA, karena masih menemani kunjungan Bupati Tuban perihal jalan berlubang.

“Nanti kalau sudah tiba di kantor saya kirimi,” pungkasnya. (Aim) 

Dibaca : 7100x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>